INGATLAH – Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) secara resmi meluncurkan inisiatif kemanusiaan terbarunya: Ekspedisi Palestina – Winter Survival.
Program ini merupakan kelanjutan dari ekspedisi #1 yang dilaksanakan pada Ramadhan lalu, dengan fokus mendistribusikan bantuan langsung bagi warga Palestina di Jalur Gaza dan wilayah pengungsian menjelang datangnya musim dingin ekstrem.
Peluncuran program Winter Survival dipusatkan di Amar Dining, Jakarta, pekan lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Pembina Yayasan BMM sekaligus Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Tbk, Imam Teguh Saptono, Direktur Eksekutif BMM Tegar Sangga Barkah, dan Dr. Budi Utomo, Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf BPMI, serta nasabah Prioritas Bank Muamalat.
Direktur Eksekutif BMM, Tegar Sangga Barkah, menegaskan bahwa program ini adalah peneguhan komitmen dan solidaritas kemanusiaan bangsa Indonesia.
“Dua tahun sudah rakyat Palestina menghadapi penderitaan yang luar biasa. Justru di saat inilah, kita tidak boleh berhenti membersamai mereka,” ujar Tegar.
Ia menyoroti urgensi bantuan, sebab mendekati Desember 2025, suhu di Palestina bisa mencapai serendah . Kondisi ini sangat rentan bagi masyarakat yang kekurangan pangan, energi, dan tempat tinggal layak.
“Melalui Ekspedisi Palestina – Winter Survival, kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut mengulurkan tangan, memberikan kehangatan dan harapan bagi saudara-saudara kita di Palestina,” tambahnya.
Sinergi Dukungan Bank Muamalat
Bank Muamalat Indonesia Tbk menunjukkan dukungan penuh sebagai mitra strategis. Dukungan ini diwujudkan melalui kampanye donasi di aplikasi Muamalat DIN, penyediaan produk Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah (TPB), layanan konter donasi di 60 Kantor Cabang Bank Muamalat, serta kemudahan berdonasi melalui QRIS Muamalat.
Tegar menjelaskan bahwa bantuan yang akan disalurkan meliputi paket logistik pangan, makanan hangat, pakaian hangat, dan bantuan kesehatan.
“Program Ekspedisi Palestina – Winter Survival menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas geografis,” pungkas Tegar. (*)





