INGATLAH – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengoptimalkan potensi wakaf produktif di daerah.
Hal ini ditandai dengan partisipasi aktif Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pasbar, Getri Ardenis pada Konferensi Wakaf Internasional yang berlangsung di Hotel Truntum Padang, 15–16 November 2025.
Konferensi akbar bertema “Wakaf untuk Pembangunan Berkelanjutan” ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkolaborasi dengan Kementerian Agama RI, sekaligus memperingati HUT ke-80 Provinsi Sumbar dan Satu Abad Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.
Acara tersebut menghadirkan tokoh-tokoh kunci nasional dan internasional, termasuk Wakil Presiden RI ke-13 dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH. Ma’ruf Amin, Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Ad-Duwaini, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Wakaf sebagai Strategi Ekonomi Jangka Panjang
Dalam pidatonya, KH. Ma’ruf Amin menegaskan peran besar wakaf dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Betapa besarnya peran wakaf bagi umat. Jika harta wakaf dikelola secara maksimal, ia akan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyoroti potensi kolosal aset wakaf nasional yang mencapai nilai triliunan rupiah.
“Jika dikelola secara profesional, wakaf akan mampu mengatasi kemiskinan umat,” tegas Menteri Agama.
Pernyataan para tokoh ini mempertegas bahwa wakaf telah bertransformasi dari sekadar instrumen sosial-keagamaan menjadi strategi ekonomi jangka panjang untuk pembangunan berkelanjutan.
Wabup M. Ihpan menilai forum internasional ini sebagai momentum strategis bagi Pasbar untuk memperkuat tata kelola wakaf.
Ia menegaskan Pemda Pasbar akan mengambil langkah agresif untuk menyelamatkan dan memberdayakan ribuan aset wakaf yang telah terdata di wilayahnya, yang masih menghadapi tantangan besar, terutama masalah legalitas.
“Tujuan utamanya adalah menjaga aset umat dan mengoptimalkan potensi wakaf guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wabup M. Ihpan.
Pemkab Pasbar menargetkan hasil konferensi ini dapat diimplementasikan untuk mengoptimalkan wakaf uang (cash waqf), memperkuat kapasitas nadir (pengelola wakaf), dan memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga demi perlindungan hukum aset wakaf. (*)





