Berita

SKKK Padang dan BCA Luncurkan Kartu Siswa Multifungsi Flazz Pertama di Sumbar

×

SKKK Padang dan BCA Luncurkan Kartu Siswa Multifungsi Flazz Pertama di Sumbar

Sebarkan artikel ini
SKKK Padang meluncurkan Kartu Multi Fungsi Flazz BCA, sebuah inovasi teknologi pertama di Sumbar, JumatĀ (14/11). (Foto: Ingatlah)

INGATLAH – Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Padang, yang telah menyandang status bergengsi Google Reference School, kembali menorehkan inovasi signifikan dalam ekosistem pendidikan.

Hari ini, Jumat (14/11), sekolah tersebut secara resmi meluncurkan Kartu Multi Fungsi (KMF) melalui program co-branding dengan Bank Central Asia (BCA), yaitu kartu Flazz BCA khusus siswa dan guru.

Inisiatif terobosan ini diklaim sebagai yang pertama kali diimplementasikan di Sumatera Barat (Sumbar), mengintegrasikan kartu identitas fisik dengan kapabilitas digital dan non-tunai yang komprehensif.

Yansen Makitika, Direktur Pelaksana SKKK Padang, menjelaskan bahwa KMF ini dirancang untuk melampaui fungsi kartu pelajar biasa.

Kartu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kartu identitas bagi siswa dan guru, tetapi juga sebagai alat pembayaran non-tunai di kafe dan koperasi sekolah, serta dapat digunakan di merchant lain yang menerima Flazz BCA.

Melawan Tantangan Literasi dengan Fitur Digital

Inovasi utama dari kartu ini terletak pada dua fitur digital krusial yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi siswa.

Fitur pertama adalah barcode yang terintegrasi langsung dengan sistem perpustakaan sekolah. Fitur ini sengaja dihadirkan sebagai solusi cerdas untuk mengatasi tingkat literasi yang rendah.

Baca Juga  Pertumbuhan Kredit BCA Capai 13,8% di 2024, Kinerja Makin Kuat

“Fungsinya ini untuk kita memantau literasi mereka,” ujar Yansen.

Melalui perekaman data setiap kali siswa meminjam buku, sekolah dapat memantau dan mengevaluasi kemajuan minat baca siswa secara akurat.

Fitur kedua yang tak kalah revolusioner adalah barcode yang terhubung ke Linktree, berfungsi sebagai media akses menuju portofolio digital lengkap siswa.

Yansen menjelaskan bahwa sistem perekaman jejak ini diterapkan secara komprehensif, mulai dari jenjang Kelompok Bermain/Taman Kanak-kanak (KB/TK) hingga SMA.

“Record (rekam jejak) daripada siswa kita itu sudah bisa direkam dari dia TK. Sehingga orang tua dan sekolah bisa melihat oh ternyata perkembangan anak ini seperti ini, dia akan ke mana kita bisa lihat di sini,” jelas Yansen.

Yansen memproyeksikan bahwa inovasi ini akan mengubah cara siswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di masa depan.

Ia membayangkan di masa mendatang, siswa cukup menunjukkan kartu tersebut yang telah memuat seluruh portofolio, kecerdasan, hingga rekam jejak kreativitas digital mereka, termasuk jika siswa tersebut berprofesi sebagai content creator.

Baca Juga  Harga TBS Riau Terus Naik, Ini Rincian Lengkap per Usia Tanaman

Ke depan, SKKK Padang berencana mengembangkan KMF ini lebih lanjut, menjadikannya kartu akses untuk masuk ke ruang kelas.

“Di Sumbar kita yang pertama mengimplementasi ini, mungkin Sumatera juga,” klaim Yansen, menegaskan status perintisan dan proses co-branding resmi yang dijalani.

Dukungan Penuh dari BCA

Pihak perbankan turut memberikan dukungan dan apresiasi. Lukman, perwakilan Kepala BCA Cabang Padang, membenarkan status pelopor yang disandang SKKK Padang.

“Ini sekolah pertama di Sumbar yang menerapkan digital Google dan co-branding BCA,” katanya.

Lukman berharap sinergi ini akan mampu meningkatkan literasi dan membiasakan siswa, guru, dan orang tua dalam memanfaatkan digitalisasi perbankan untuk transaksi sehari-hari.

Acara peluncuran kartu bersejarah ini dihadiri oleh Wakil Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Padang, Hendri Gunawan, serta seluruh jajaran siswa dan orang tua murid, menandai babak baru digitalisasi pendidikan di Sumatera Barat. (*)