BeritaUtama

Generasi Muda Diminta Lestarikan Bahasa Minangkabau sebagai Jantung Kebudayaan

×

Generasi Muda Diminta Lestarikan Bahasa Minangkabau sebagai Jantung Kebudayaan

Sebarkan artikel ini
Keindahan Jam Gadang beserta Gunung Marapi di belakangnya [Foto:sportscience.fik.unp.ac.id]
Keindahan Jam Gadang beserta Gunung Marapi di belakangnya [Foto:sportscience.fik.unp.ac.id]

INGATLAH.COM – Generasi muda diimbau untuk terus melestarikan Bahasa Minangkabau, yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi jantung kebudayaan serta identitas masyarakat Minangkabau.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Syamdani, dalam kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 tingkat SD dan SMP se-Kota Padang yang digelar di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sumatera Barat, Rabu (12/11/2025).

Dalam sambutannya, Syamdani menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Minangkabau merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda.

Baca Juga  Polsek Tapung Hilir Ringkus Pengedar Sabu di Tapung Makmur, 3,72 Gram Barang Bukti Diamankan

“Bahasa Minangkabau bukan sekadar alat komunikasi, tetapi adalah jantung kebudayaan sekaligus identitas masyarakat kita,” ujar Syamdani.

Ia juga menyinggung filosofi Minangkabau “Alam Takambang Jadi Guru”, yang mengandung makna mendalam dan relevan dengan upaya menjaga nilai-nilai lokal di tengah arus modernisasi.

“Ungkapan Alam Takambang Jadi Guru mengajarkan kita untuk selalu belajar dari alam dan lingkungan sekitar. Nilai ini perlu dihidupkan kembali agar generasi muda memahami dan menerapkan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sebagai bentuk konkret pelestarian bahasa daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah untuk menerapkan program satu hari berbahasa Minangkabau, yang dijadwalkan setiap hari Selasa.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi Dorong Alumni IPB Jadi Penggerak Pertanian Sumatera Barat

Langkah ini diharapkan dapat menjadi ruang pembiasaan bagi pelajar agar lebih dekat dengan bahasa daerahnya sendiri.

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) digelar sebagai ajang bagi pelajar tingkat SD dan SMP untuk menyalurkan kreativitas dalam berbahasa daerah melalui berbagai lomba dan kegiatan edukatif.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat pelestarian bahasa dan budaya Minangkabau di kalangan generasi muda, sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan kebanggaan terhadap identitas daerah.