INGATLAH.COM – Pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) angkat bicara menanggapi kabar operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Provinsi Riau pada Senin (3/11/2025).
UAS menegaskan bahwa sahabatnya Gubernur Riau Abdul Wahid tidak ditangkap, melainkan hanya dimintai keterangan oleh penyidik KPK.
Kabar yang beredar sebelumnya menyebutkan, Gubernur Abdul Wahid diamankan bersama sembilan pihak lain di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau.
Namun, UAS membantah hal tersebut.
“Yang betul itu Kadis PUPR dan Kepala UPT yang di-OTT. Gubernur Riau hanya dimintai keterangan,” ujar UAS dalam video klarifikasi berdurasi 14 detik yang diterima redaksi pada Senin malam.
Menurut informasi, operasi tangkap tangan itu memang dilakukan di lingkungan Dinas PUPR Riau, dan melibatkan sejumlah pejabat serta pihak terkait.
Pernyataan UAS memperkuat dugaan bahwa Gubernur Wahid bukan pihak yang diamankan, melainkan menjadi saksi yang dimintai keterangan dalam proses penyelidikan yang tengah berlangsung.
Menariknya, pernyataan UAS mendapat perhatian publik karena hubungan kedekatannya dengan Gubernur Wahid.
UAS diketahui pernah menjadi Dewan Penasehat Tim Pemenangan saat Abdul Wahid dan SF Hariyanto maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau pada Pilkada Riau 2024.
Saat itu, UAS bahkan membuat nota kesepakatan politik berisi 16 poin komitmen yang ditandatangani bersama Abdul Wahid dan SF Hariyanto.
“Saya bilang, saya ini bukan sehari dua hari dukung mendukung. Saya mendukung itu ada poin-poinnya yang siap ditandatangani oleh Bang Abdul Wahid dan Pak SF Hariyanto,” kata UAS dalam sebuah video yang beredar pada Maret 2025.
Dalam berbagai kesempatan, UAS juga terang-terangan mendukung pasangan Wahid – Hariyanto yang mengusung slogan Riau Bermarwah.
Ia menilai Wahid sebagai sosok yang berani, bersih, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kepentingan daerah.
“Saya mendukung beliau karena beliau ini orang baik, punya keberanian saat di DPR memperjuangkan hak-hak Riau, dan rekam jejaknya tidak ada masalah,” ujar UAS saat berbicara di hadapan warga Bengkalis kala itu.
UAS menegaskan, dukungannya terhadap Wahid bukan karena kepentingan pribadi, melainkan semata-mata demi kemajuan Riau.
“Saya tidak takut dicemooh karena pilihan saya. Ini semua demi Riau agar lebih baik,” tegasnya.





