INGATLAH – Kebakaran hutan melanda kawasan Bukit Gado-gado, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Minggu (2/11) sedari siang tidak dipadamkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Api yang muncul sejak siang hari di area menuju salah satu puncak Bukit Gado-gado itu, ini dikhawatirkan mengancam sejumlah fasilitas vital komunikasi dan militer di ketinggian tersebut.
Bahkan, dilaporkan bahwa jaringan kabel listrik milik PLN yang berada di sekitar lokasi sudah sempat terbakar sedari siang.
Salah seorang petugas Transmisi Indosiar, Metro TV, dan SCTV yang tidak ingin disebutkan namanya di Bukit Gado-gado, menyuarakan kekecewaannya karena api tak kunjung dipadamkan secara maksimal oleh Damkar Kota Padang.
“Kebakaran di area hutan ini sudah terjadi sedari siang, namun tidak kunjung dipadamkan oleh Damkar Padang,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa petugas Damkar sempat tiba di dekat lokasi kebakaran. Namun, karena kondisi medan yang sulit dilalui kendaraan, tindakan pemadaman tidak dilakukan secara intensif.
“Beberapa petugas Damkar sempat ke atas dekat kebakaran, (mereka beralasan) kendaraan tidak bisa dilewati. Mereka hanya berfoto, sementara api tidak kunjung dipadamkan menggunakan alat sebisanya,” kritiknya.
Ia menuturkan bahwa warga dan petugas stasiun transmisi di lokasi terpaksa melakukan pemadaman mandiri dengan sumber daya terbatas.
“Tadi sempat dipadamkan oleh warga sekitar dengan air minum mineral dan alat pemadam api ringan (APAR) secara mandiri hingga habis. Namun, bibit-bibit api masih ada dan berasap hingga malam,” tambahnya.
Ia sangat mengkhawatirkan risiko kebakaran akan membesar kembali pada malam hari.
“Apalagi kondisi Kota Padang yang panas beberapa hari ini dan hembusan angin kencang berpotensi menyulut kembali bara api,” katanya.
Kekhawatiran ini beralasan, sebab kawasan puncak Bukit Gado-gado merupakan lokasi strategis yang menampung banyak fasilitas penting diantaranya.
– Stasiun Transmisi TV Swasta Indosiar, Metro TV, SCTV.
– Fasilitas komunikasi darurat seperti ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia).
– Pusat komunikasi Kepolisian (Polisi), TNI, dan Angkatan Udara (AURI).
– Komunikasi BPBD dan BNPB.
“Harapannya, kami minta bibit-bibit api yang ada benar-benar disiram dan dipadamkan. Di atas itu banyak fasilitas yang sangat urgen untuk Sumatera Barat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Kota Padang, Budi Payan saat dihubungi untuk dimintai tanggapan mengenai kritik ini, tidak mengangkat telepon.
Kasus ini menjadi penting, karena pemerintah Padang akan melakukan simulasi bencana Tsunami secara besar besaran pada tanggal 5 November, yang akan membutuhkan komunikasi menggunakan pesawat handy talky.
“Jika kebakaran terjadi lagi dan membesar maka dipastikan semua peralatan di puncak Bukit Gado-gado itu akan terdampak,” tutup petugas transmisi itu. (*)





