Berita

Viral Penangkapan Mirip Mantan Bupati Dharmasraya di Padang, Diduga Asusila Sesama Jenis

×

Viral Penangkapan Mirip Mantan Bupati Dharmasraya di Padang, Diduga Asusila Sesama Jenis

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang wajahnya sangat mirip dengan AG, mantan Bupati Dharmasraya, tengah diamankan oleh warga di Kota Padang, menjadi viral di media sosial, termasuk yang diunggah oleh akun TikTok @ERIK85. Pria tersebut diduga terlibat dalam kasus asusila sesama jenis.

Dalam rekaman yang beredar luas, pria yang wajahnya mirip AG tersebut terlihat diseret oleh warga.

Rekaman tersebut juga disertai teriakan warga yang menuding pria itu sebagai: orang homo, orang homo ditangkap, ditangkap.

Di dalam video tersebut, terdengar interogasi yang dilakukan oleh salah seorang warga, meminta pengakuan dari pria yang diamankan.

Baca Juga  10 Kendaraan Dilalap Si Jago Merah di Padang, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

“Ang akui kesalahan ang atau indak? (Kamu akui kesalahanmu atau tidak?),” tanya warga. Pria tersebut menjawab singkat, “Indak (Tidak),” jawabnya.

Kapolsek Padang Utara, AKP Yuliadi membenarkan adanya peristiwa penangkapan tersebut yang terjadi Sabtu lalu (25/10).

Ia memastikan bahwa pria yang diamankan warga memang mirip dengan AG, mantan Bupati Dharmasraya.

AKP Yuliadi menjelaskan kronologi kejadian bermula dari salah satu penginapan di Jalan Gajah, Air Tawar. Resepsionis penginapan mendengar adanya suara ribut dari salah satu kamar.

“Saat itu ada tiga orang warga yang membawa ke Polsek. Tapi, saat itu, tidak ada korban yang melapor,” terang Kapolsek.

Baca Juga  Usai Libur Lebaran, Wabup Dharmasraya Leli Arni Lakukan Sidak ke Sejumlah OPD

Ia menambahkan, setelah mendengar keributan, resepsionis memanggil beberapa pemuda. Pria yang mirip AG tersebut kemudian keluar dan berusaha melarikan diri, namun berhasil dikejar dan diamankan oleh warga.

Meskipun demikian, Kapolsek menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak dapat memastikan kebenaran dugaan yang beredar di media sosial.

“Pihak kepolisian tidak bisa memastikan benar kejadian yang disebut di media sosial. Sebab, saat diamankan tidak ada korban yang melaporkan, dan bukti dari kejadian tersebut,” tutup AKP Yuliadi. (*)