Olahraga

Gemuruh di Padang Panjang, Pacu Kuda Pabasko Sir Orbit Juarai Kelas Derby

×

Gemuruh di Padang Panjang, Pacu Kuda Pabasko Sir Orbit Juarai Kelas Derby

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Sorak-sorai ribuan penonton memecah keheningan sore di Gelanggang Pacuan Kuda Bancalaweh, Padang Panjang, Minggu (26/10).

Perhelatan akbar Pacu Kuda Gubernur Cup III Alek Anak Nagari Padang Panjang, Batipuah, dan X Koto (Pabasko) mencapai puncaknya, ditutup dengan kemenangan dramatis di kelas bergengsi Derby Divisi I – 1.400 meter.

Gelanggang legendaris, yang juga menjadi latar dalam kisah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, sejak pagi telah dipadati pengunjung dari berbagai daerah.

Suasana kental dengan aroma tradisi, hiruk pikuk UMKM, dan teriakan penonton yang menyambut setiap derap kuda di lintasan.

Sir Orbit, Kuda Milik Wali Kota Bukittinggi, Tampil Gemilang

Puncak kegembiraan terjadi ketika kuda Sir Orbit, milik Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmantias, melesat melewati garis finis.

Kuda hasil kawin silang indukan Toureq dan Puti Koto tersebut tampil penuh tenaga dan presisi, memastikan kemenangan gemilang di kelas Derby.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmantias tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Baca Juga  Aturan Kampanye Pilkada 2024, KPU Tekan Potensi Money Politic dengan Larangan Bazar dan Flashmob

“Sir Orbit tampil luar biasa hari ini. Namun yang lebih penting, saya merasa bangga melihat semangat dan kekompakan masyarakat Pabasko dalam melestarikan tradisi pacu kuda ini,” ujar Ramlan.

Tradisi sebagai Kekuatan Ekonomi dan Sosial

Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis yang hadir bersama Wakil Walikota Allex Saputrra, Niniak Mamak, dan tokoh masyarakat, menegaskan bahwa acara ini melampaui sekadar perlombaan.

“Alek pacu kudo bukan hanya sekadar perlombaan, tapi cerminan dari semangat kebersamaan, kekompakan, dan kecintaan kita terhadap budaya,” ujarnya penuh semangat.

Hendri Arnis menekankan bahwa penyelenggaraan Pacu Kuda Pabasko membawa multiplier effect besar bagi ekonomi lokal.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap ekonomi masyarakat menggeliat. Peternak kuda kita mendapat ruang untuk berkembang, UMKM tumbuh, dan para pedagang kecil ikut merasakan manfaatnya. Inilah bukti bahwa tradisi bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Baca Juga  INFO LOKER 2024, PT PLN (Persero) untuk 13 Posisi di Kota Padang Panjang, Buruan Daftar!

Di samping itu, ia berharap Pabasko bisa menjadi barometer pembibitan dan peningkatan kualitas kuda pacu di Sumatera.

“Kita ingin Pabasko menjadi barometer pacu kuda Sumatera Barat, bahkan Indonesia. Dari gelanggang ini, akan lahir kuda-kuda terbaik yang mampu bersaing di tingkat nasional,” tambah Hendri optimistis.

Hendri juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan nagari-nagari di wilayah Pabasko yang dinilai luar biasa. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi untuk anak kemenakan.

Dampak positif dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti Iqbal (35), warga Batipuah.

“Sudah lama kami menunggu alek sebesar ini. Ramai sekali, apalagi bisa lihat kuda-kuda hebat. Dagangan saya juga laris hari ini,” katanya sembari tersenyum.

Meskipun pacu kuda telah usai, gema kebanggaan dan semangat anak nagari Pabasko akan terus bergaung, menegaskan bahwa gelanggang Bancalaweh telah sukses menghidupkan kembali legenda sebagai pesta rakyat, perekat silaturahmi, dan peneguh identitas budaya Minangkabau. (*)