INGATLAH – Gegara Live Media sosial TikTok, warga Korong Pasa Mudik, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung bikin kepolisian setempat bergerak, Selasa (21/10).
Seorang pria berinisial F (30), karyawan swasta, dilaporkan mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum racun tikus saat sedang melakukan siaran langsung di TikTok.
Beruntung, nyawa F berhasil diselamatkan berkat kesigapan petugas kepolisian yang segera tiba di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama.
Kapolsek Lubuk Alung, Iptu Riky, membenarkan adanya laporan terkait percobaan bunuh diri tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa motif di balik tindakan ekstrem F diduga kuat dipicu oleh persoalan asmara yang menyebabkan tekanan mental berat.
“Kami menerima laporan adanya percobaan bunuh diri di Pasa Mudik. Korban berinisial F, umur 30 tahun, melakukan aksi itu sekitar pukul 11.30 WIB saat sedang live di TikTok. Motifnya berkaitan dengan masalah asmara yang menimbulkan depresi,” jelas Iptu Riky.
Dipicu Fitnah Mantan Kekasih
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, F nekat mengambil jalan pintas tersebut karena tidak terima pacarnya saat ini, SC, difitnah oleh mantan kekasihnya, VO.
“Korban merasa tidak terima dengan fitnah yang dilakukan oleh mantan pacarnya terhadap pacarnya saat ini, sehingga memilih jalan pintas dengan melakukan percobaan bunuh diri sambil siaran langsung,” kata Kapolsek.
Setelah kejadian, F segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Kini, kondisi korban dilaporkan telah stabil dan berada dalam pengawasan keluarga serta pihak kepolisian.
Iptu Riky mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mengambil langkah ekstrem dalam menghadapi masalah. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan pencarian bantuan profesional.
“Alhamdulillah, korban saat ini sudah dalam keadaan sehat dan telah ditangani. Kami mengimbau masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mengambil langkah ekstrem seperti ini. Setiap persoalan bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui bantuan profesional,” tegas Kapolsek.
Ia juga berpesan agar warganet lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Jangan jadikan media sosial sebagai tempat melampiaskan tekanan atau melakukan hal yang membahayakan diri sendiri. Jika menghadapi masalah, komunikasikan dengan keluarga atau hubungi layanan bantuan psikologis,” tutupnya. (*)





