INGATLAH – Aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya menunjukkan peningkatan signifikan.
Berdasarkan pemantauan ketat dari Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, tercatat sebanyak 57 kali gempa bumi terjadi dalam periode satu minggu, yaitu dari 10 ingga 16 Oktober 2025.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa rentetan guncangan ini sebagian besar dipicu oleh interaksi dua sistem tektonik utama di kawasan tersebut: zona subduksi di lepas pantai dan Sesar Sumatera yang melintasi daratan.
Dominasi Gempa Dangkal dan Kekuatan Rendah
Sebagian besar gempa yang tercatat memiliki kedalaman dangkal, mengindikasikan aktivitas sesar aktif di daratan yang kerap menimbulkan guncangan terasa kuat di permukaan.
BMKG merinci bahwa 54 gempa terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, sementara hanya tiga gempa yang memiliki kedalaman menengah (antara 60 hingga 300 kilometer).
Dari sisi kekuatan, gempa didominasi oleh magnitudo rendah. Tercatat 43 gempa berkekuatan di bawah Magnitudo (M) 3, dan 14 gempa berada di kisaran M3 hingga M5.
Magnitudo terkuat yang tercatat pada periode ini adalah M4,0 dan yang terendah M1,5.
Meskipun didominasi kekuatan rendah, beberapa guncangan dilaporkan terasa oleh masyarakat.
“Selama periode ini, terdapat lima kali gempa yang dirasakan masyarakat, dengan intensitas antara I hingga III MMI (Modified Mercalli Intensity),” demikian keterangan resmi dari BMKG Padang Panjang.
Peta sebaran gempa menunjukkan episenter tersebar merata, mencakup wilayah pantai barat Sumatera, mulai dari Kota Padang, Pesisir Selatan, hingga ke wilayah daratan tengah seperti Tanah Datar dan Solok. Kedalaman guncangan bervariasi antara 1 kilometer hingga 162 kilometer.
Imbauan Waspada dan Kesiapsiagaan
Aktivitas gempa yang tergolong tinggi ini menegaskan kembali status Sumatera Barat sebagai zona yang sangat rawan bencana gempa bumi.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik.
Masyarakat juga didorong untuk memastikan bahwa struktur bangunan tempat tinggal mereka telah memenuhi standar ketahanan gempa.
Stasiun Geofisika Padang Panjang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan informasi terkini secara akurat.
“BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat secara real-time. Informasi terbaru mengenai gempa akan selalu disampaikan melalui kanal resmi BMKG,” tutup laporan tersebut. (*)





