Berita

Wendoky Putra Basko Jadi Pendaftar Pertama Ketua Umum HIPMI Padang 2025–2028

×

Wendoky Putra Basko Jadi Pendaftar Pertama Ketua Umum HIPMI Padang 2025–2028

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) VI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Padang resmi dimulai.

Mengusung tema “Pengusaha Inovatif, Kota Padang Progresif”, ajang ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha muda untuk menentukan arah kepemimpinan HIPMI Padang periode 2025–2028.

Tahapan awal Muscab ditandai dengan pengambilan formulir pendaftaran bakal calon Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Padang.

Sosok yang pertama kali mengambil formulir tersebut adalah pengusaha muda Wendoky Putra Basko.

Bersama timnya, Wendoky mendatangi sekretariat panitia dan langsung melengkapi seluruh persyaratan administratif.

“Kelengkapan berkas administrasi untuk sementara ini sudah selesai semua. Kami akan melakukan kroscek lagi sebelum pengembalian formulir di hari berikutnya,” ujar Wendoky di sela proses pengambilan formulir, Senin (13/10/2025).

Dorong Pengusaha Muda Padang untuk Bergerak

Wendoky mengungkapkan bahwa motivasinya maju sebagai calon Ketua Umum berangkat dari keinginannya melihat potensi besar dunia usaha di Kota Padang yang belum tergarap maksimal.

“Saya membuat campaign dengan slogan ‘Waktunya Padang Bergerak’. Potensi besar harus diiringi dengan pergerakan agar pebisnis di Padang bisa level up,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika terpilih nanti, dirinya ingin menjadikan HIPMI sebagai wadah kolaboratif yang merangkul seluruh anggotanya agar tumbuh bersama.

Baca Juga  Pelaku Pembunuhan di Situjuah Berhasil Ditangkap, Begini Kata Polisi

“Bukan bersaing, tetapi berjuang bersama supaya bisa naik kelas secara kolektif,” tegas Wendoky.

Program Unggulan: Dari HIPMI Care hingga HIPMI Kongkow

Dalam visi kepemimpinannya, Wendoky telah menyiapkan sejumlah program unggulan. Salah satunya adalah HIPMI Care, yang berfokus pada kegiatan sosial dan kolaborasi lintas instansi.

Selain itu, ada HIPMI Kongkow, sebuah forum talk show dan ruang diskusi antara pengusaha muda dan senior untuk berbagi pengalaman serta membahas tren profesi baru.

“Di era digital ini, kami juga akan fokus mengembangkan media sosial HIPMI Padang agar tampil lebih bergengsi dan menarik minat lebih banyak pengusaha muda,” tambahnya.

Wendoky juga menyoroti pentingnya pemberdayaan pelaku UMKM di Kota Padang. Ia menilai, banyak pelaku usaha lokal yang masih ragu mengambil risiko untuk berkembang.

“Dengan HIPMI, kami akan saling membantu dan menekan risiko melalui kolaborasi antaranggota,” imbuhnya.

Ketua Steering Committee (SC) Muscab VI HIPMI Padang, Ibrahim Siranggi, membenarkan bahwa tahapan Muscab telah dimulai dengan pengambilan formulir pendaftaran bakal calon.

“Hari ini tahapan pengambilan formulir. Besok akan dilanjutkan dengan pengembalian formulir pendaftaran,” kata Ibrahim, yang juga menjabat sebagai Ketua OKK Bidang 1 BPC HIPMI Kota Padang.

Baca Juga  Akad Nikah Wendoky dan Beby: Haru Sholawat, dan Nasihat Gubernur Sumbar

Ia menjelaskan, setiap calon diwajibkan melengkapi sekitar 17 hingga 19 persyaratan sesuai peraturan organisasi.

“Pada hari Rabu, kami akan melakukan verifikasi faktual berkas. Penetapan dan pengumuman calon Ketua Umum yang memenuhi syarat akan dilakukan pada hari Kamis,” ungkapnya.

Muscab VI HIPMI Padang sendiri dijadwalkan digelar pada 23 Oktober 2025, meski jadwal tersebut masih berpotensi berubah menunggu persetujuan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Sumbar.

Hingga pukul 16.45 WIB, panitia mencatat baru satu orang bakal calon yang mengambil formulir. Pengambilan formulir ditutup tepat pukul 17.00 WIB.

Terkait mekanisme pemilihan, Ibrahim menegaskan bahwa HIPMI Padang menerapkan sistem “one man one vote”.

Peserta Muscab terdiri dari dua kategori, yakni peserta utusan yang memiliki hak suara dan peserta peninjau. Hak suara didasarkan pada Surat Keputusan (SK) dan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang telah diverifikasi panitia.

“Setiap suara memiliki bobot yang sama, karena prinsip HIPMI adalah kebersamaan dan keterbukaan dalam berorganisasi,” pungkas Ibrahim. (*)