Berita

Bulan Madu Gilang dan Cindy di Alahan Panjang Berakhir Duka, Ini Kata Keluarga

×

Bulan Madu Gilang dan Cindy di Alahan Panjang Berakhir Duka, Ini Kata Keluarga

Sebarkan artikel ini
Lake Side tempat Glamping di Alahan Panjang Kabupaten Solok. (Foto: Instagram @lakeside_alahanpanjang)

INGATLAH – Sebuah rencana bulan madu yang seharusnya menjadi momen bahagia pasangan pengantin baru, Gilang Kurniawan (28) dan Cindy Desta Nanda (28), berakhir tragis di sebuah penginapan glamping Lake Side di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Pasangan ini ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di dalam kamar mandi kamar mereka, beberapa hari setelah melangsungkan pernikahan.

Nahas, Cindy dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke puskesmas terdekat. Sementara suaminya, Gilang, kini tengah menjalani perawatan intensif di Semen Padang Hospital (SPH).

Pihak keluarga Gilang kini angkat bicara mengenai penyebab utama insiden mematikan tersebut, merujuk pada hasil pemeriksaan medis.

“Diagnosanya keracunan karbon monoksida. Ini hasil tim medis dari RSUD Arosoka. Hasil di SPH juga sama,” ujar kakak Gilang, yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Jumat (10/10) malam.

Keluarga menduga kuat sumber keracunan berasal dari gas yang digunakan untuk pemanas air (water heater) yang posisinya berada di dalam kamar mandi.

Baca Juga  PJKIP Sumbar Dukung Asta Cita Prabowo, Pemko Padang Perkuat Kerja Sama Pendidikan Internasional

Dugaan ini diperkuat dengan fakta visual yang diterima keluarga, di mana water heater dan bahkan tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram diletakkan di dalam kamar mandi yang minim ventilasi.

“Memang di kamar mandi seperti itu, tidak ada ventilasi, water heater dan tabung gas di dalam,” ungkapnya prihatin.

Terkait jenazah Cindy, kakak Gilang menjelaskan bahwa hasil visum luar tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.

Mengenai keputusan untuk tidak melanjutkan proses autopsi, ia memaparkan adanya perubahan pikiran dari pihak keluarga Cindy.

Awalnya, keluarga sempat menyetujui autopsi. Namun, setelah mendapat penjelasan dari kepolisian mengenai prosedur autopsi yang harus melalui pembedahan jenazah, keputusan itu dibatalkan.

“Dari keluar puskesmas, (Cindy) mau dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk autopsi. Tapi dibawa dulu ke polres. Lalu saya ditelepon oleh papa (orang tua Cindy) tidak jadi autopsi,” jelasnya.

Baca Juga  Kronologi Pemuda di Siak Diterkam Harimau, 89 Jahitan Selamatkan Nyawa

“Mungkin karena pilu, papa iya iya aja sebutnya , yaudah Cindy diputuskan dibawa ke rumah. Setelah tahu prosedur autopsi itulah akhirnya berubah pikiran,” sambungnya.

Polisi Belum Berani Menyimpulkan

Di sisi lain, pihak kepolisian setempat masih berhati-hati dalam menyimpulkan penyebab pasti kematian Cindy.

AKP Barata Rahmat Sukarsih, Kapolsek Lembah Gumanti, menyatakan bahwa ia tidak dapat menduga-duga penyebab kematian tanpa adanya pemeriksaan forensik yang lengkap.

“Kami masih mengumpulkan data-data. Proses selanjutnya menunggu laporan polisi,” kata dia, menegaskan bahwa penentuan penyebab kematian hanya dapat diketahui melalui autopsi.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik sekaligus peringatan keras mengenai potensi bahaya instalasi water heater bertenaga gas di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang memadai. (*)