INGATLAH – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) telah mengumumkan jadwal pelaksanaan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025.
Simulasi ini menjadi kesempatan penting bagi siswa SMA dan SMK untuk berlatih mengerjakan soal TKA sebelum menghadapi ujian resmi.
TKA sendiri merupakan salah satu komponen krusial dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa hasil simulasi TKA tidak menentukan kelulusan. Seluruh proses pendaftaran simulasi ini juga dilakukan secara gratis.
Jadwal Lengkap Kegiatan TKA 2025
Uji coba TKA ini dirancang berlangsung selama empat hari, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengukur kemampuan diri sesuai dengan alokasi waktu ujian yang sebenarnya.
Mengutip Surat Edaran Kepala BSKAP Nomor 3866/H.H4/SK.01.01/2025 tentang Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Tahun 2025, berikut adalah jadwal lengkap kegiatan TKA, mulai dari simulasi hingga pelaksanaan ujian utama:
Cara Mengakses Latihan Soal dan Pentingnya Persiapan Dini
Sebagai bagian dari persiapan, Kemendikbudristek menyediakan laman resmi untuk latihan soal TKA yang dapat diakses secara gratis. Siswa dapat mencoba soal-soal uji coba di situs resmi melalui laman Ayo Coba TKA.
Langkah-langkah untuk mengikuti simulasi soal TKA adalah sebagai berikut:
- Masuk ke laman Ayo Coba TKA melalui link yang tersedia.
- Pilih jenjang pendidikan sesuai tingkat sekolah.
- Pilih jenis mata pelajaran dan mata pelajaran yang ingin dikerjakan.
- Saat tampilan login muncul, klik masuk tanpa mengisi username atau password.
- Isi data diri sesuai instruksi di layar.
- Masukkan token ujian yang tertera di sisi kiri layar.
- Setelah muncul konfirmasi tes, klik Mulai untuk memulai latihan.
- Selesaikan soal sesuai durasi waktu yang tersedia. Waktu tersisa akan muncul di bagian kanan atas layar.
Mengikuti simulasi TKA menjadi langkah penting agar siswa tidak canggung saat menghadapi ujian sebenarnya.
Dengan berlatih lebih awal, siswa dapat menilai kemampuan diri, memperkuat mata pelajaran yang masih lemah, serta menyesuaikan diri dengan sistem asesmen berbasis komputer yang diterapkan Kemendikbudristek. (*)





