PEKANBARU – Prestasi membanggakan baru saja dipersembahkan dua santri asal Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Senin (6/10/2025).
Dua santri itu berasal dari Pondok Pesantren (PP) Ibnu Jarir yang tampil gemilang pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional dan Internasional (MQKN/MQKI) Tahun 2025 di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Di tengah ketatnya persaingan para santri terbaik dari seluruh penjuru Indonesia, Muhammad Miftah Al Khair berhasil mengukir prestasi luar biasa.
Ia meraih Juara 3 Nasional pada cabang Hadis Marhalah Ulya, setelah melewati seleksi ketat dan beradu intelektualitas dengan 58 peserta dari berbagai provinsi.
Tak kalah membanggakan, rekannya Akhdan yang berkompetisi di cabang Ilmu Tafsir juga menunjukkan performa gemilang.
Meski belum berhasil naik podium, ia sukses menembus 9 besar nasional.
Capaian ini sekaligus membuktikan konsistensi kualitas keilmuan santri Ibnu Jarir dalam menelaah khazanah kitab turats (kitab kuning).
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kampar, Fuadi Ahmad, SH, MAB, mengapresiasi tinggi prestasi yang ditorehkan kedua santri tersebut.
“Prestasi ini bukti bahwa santri Kampar mampu bersaing di tingkat nasional. Mereka bukan hanya membawa nama pondok, tetapi juga mengharumkan Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau. Ini kebanggaan kita bersama,” tegasnya, Senin (6/10).
Rasa syukur juga disampaikan Pimpinan PP Ibnu Jarir, Irfan Muhammad Ali, Lc.
Ia menilai keberhasilan para santrinya adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta doa bersama seluruh keluarga besar pesantren.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas perjuangan para santri. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi yang lain untuk terus mencintai ilmu dan menjaga tradisi keilmuan pesantren,” ujarnya.
Ajang MQKN/MQKI 2025 sendiri bukan sekadar lomba membaca dan menafsir kitab kuning, melainkan juga wadah pertemuan intelektual santri dunia Islam.
Kegiatan ini mempererat silaturahmi, memperkaya wawasan, serta memperkuat tradisi intelektual Islam di tengah tantangan era modern.
Prestasi santri PP Ibnu Jarir menjadi bukti nyata bahwa tradisi ilmu dan adab di bumi Kampar terus berkembang. Mereka hadir sebagai generasi Qurani yang berwawasan luas, berprestasi, dan berakhlak mulia.(*)





