BeritaUtama

80 Tahun Sumbar: IPM Meningkat, Ekonomi Stabil, dan Agenda Baru Pembangunan

×

80 Tahun Sumbar: IPM Meningkat, Ekonomi Stabil, dan Agenda Baru Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil gubernur Sumbar Vasko Ruseimy. (ist)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil gubernur Sumbar Vasko Ruseimy. (ist)

INGATLAH.COM – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) genap berusia 80 tahun pada Rabu (1/10/2025).

Sejak ditetapkan lahir pada 1 Oktober 1945, perjalanan delapan dekade pembangunan daerah ini mencatat sejumlah kemajuan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyebut capaian itu sebagai hasil konsistensi pembangunan lintas sektor dan dukungan masyarakat.

“Dengan izin Allah dan kerja keras bersama, hari ini masyarakat Sumbar hidup lebih sehat, lebih terdidik, dan lebih sejahtera,” kata Mahyeldi saat peringatan HUT ke-80 Sumbar di Padang.

IPM Tumbuh Pesat

Data menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar naik dari 71,6 pada awal periode RPJPD menjadi 76,43 pada 2024.

Angka harapan hidup meningkat dari 68,2 tahun menjadi 74,37 tahun, sementara rata-rata lama sekolah naik dari 8 tahun menjadi 9 tahun.

Dengan capaian ini, Sumbar berada di peringkat enam nasional, melampaui rata-rata IPM nasional 75,02.

Baca Juga  Usai Demo Damai, Mahasiswa Padang Justru Bersih-Bersih Sampah

Ekonomi Stabil dan Inklusif

Selain IPM, pertumbuhan ekonomi Sumbar juga relatif stabil. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tumbuh dari Rp241,89 triliun (2020) menjadi Rp332,94 triliun (2024).

PDRB per kapita meningkat dari Rp54,33 juta menjadi Rp57,05 juta.

Kondisi itu ikut menurunkan tingkat pengangguran terbuka dari 6,88 persen (2020) menjadi 5,75 persen (2024), serta menekan jumlah penduduk miskin dari 345,73 ribu jiwa menjadi 315,43 ribu jiwa.

Rasio Gini sebesar 0,283 menempatkan Sumbar sebagai salah satu daerah dengan kesenjangan terendah di Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi kita memang tidak terlalu tinggi, tapi stabil dan merata. Inilah yang membuat Sumbar lebih tahan terhadap krisis,” ujar Mahyeldi.

Delapan Agenda Pembangunan ke Depan

Meski mencatat capaian positif, Pemprov Sumbar merumuskan delapan agenda besar untuk masa depan, mencakup:

Baca Juga  Pembobol 29 Rumah Pemudik di Riau Dibekuk, Ini Modusnya

1. Pendidikan & kesehatan – peningkatan mutu sekolah, layanan kesehatan, dan penurunan stunting.

2. Kedaulatan pangan – alokasi 10 persen APBD untuk sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

3. Penguatan nagari – pusat kreativitas, desa wisata, internet gratis, dan peningkatan hunian layak.

4. Perdagangan & bisnis – pengembangan pelabuhan ekspor-impor, keuangan syariah, UMKM digital.

5. Infrastruktur & kebencanaan – pembangunan berkeadilan serta pengurangan indeks risiko bencana.

6. Budaya & agama – revitalisasi surau, penguatan keluarga, dan pelestarian kearifan lokal.

7. Pariwisata – target peningkatan wisatawan nusantara dan mancanegara hingga 2030.

8. Reformasi birokrasi & keuangan – ASN berbasis kinerja dan optimalisasi pendapatan daerah.

“Agenda ini kami jalankan bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy untuk mewujudkan Sumbar madani yang maju dan berkeadilan,” tutup Mahyeldi.