INGATLAH.COM – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengusung strategi kolaboratif dalam membangun daerah. Bupati Annisa Suci Ramadhani berfokus memperjuangkan anggaran di tingkat pusat, sementara Wakil Bupati Leli Arni memperkuat jaringan dan mencari referensi dari daerah lain.
Leli Arni, bersama timnya, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Merangin, Jambi, untuk mempelajari kiat-kiat pengembangan komoditas kopi.
Kunjungan Leli Arni dan rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati Merangin, H. Abdullah Khafidh, pada Rabu (24/9).
Kunjungan ini bertujuan untuk mencari referensi terbaik dalam mengelola potensi kopi Dharmasraya.
“Kami mencari referensi dari daerah yang sudah berhasil mengembangkan kopi, sehingga potensi kopi Dharmasraya dapat dikelola maksimal, serta memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Leli Arni.
Agenda kunjungan tidak hanya sebatas pertemuan formal di kantor, tetapi juga meninjau langsung kebun kopi di Desa Langkat, Kecamatan Masurai.
Studi banding ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan visi Bupati Annisa Suci Ramadhani dalam memajukan sektor pertanian.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menargetkan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan baru untuk meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Potensi ini semakin diperkuat dengan adanya persetujuan pengembangan perkebunan kopi seluas 2.000 hektare dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Dharmasraya memiliki potensi lahan hutan sosial seluas 9.761 hektare yang dapat dioptimalkan.
Selain itu, lahan perkebunan sawit yang luas juga berpeluang besar untuk dimanfaatkan melalui pola tumpang sari, sehingga pengembangan kopi bisa dilakukan tanpa membuka lahan baru secara besar-besaran.
Sinergi antara pemimpin daerah ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi tersebut. (*)





