Berita

Bupati Agam Turun Langsung, Tinjau Aspirasi dan Masalah Masyarakat Canduang

×

Bupati Agam Turun Langsung, Tinjau Aspirasi dan Masalah Masyarakat Canduang

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Canduang pada Rabu (24/9).

Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyamakan pandangan antara pemerintah kabupaten, kecamatan, walinagari, hingga jorong.

Bupati tidak hanya berdiskusi di kantor camat, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil masyarakat.

Solusi Kekeringan dan Proyek Irigasi

Salah satu masalah utama yang menjadi sorotan adalah dampak kekeringan pada lahan pertanian. Bupati Benni menjelaskan bahwa pemerintah akan mencari solusi berkelanjutan untuk memulihkan lahan puso.

Salah satunya dengan menerapkan Metode Sawah Pokok Murah (SPM), yang dinilai efektif menjaga kelembaban tanah dan menekan risiko gagal panen.

Baca Juga  Agam Bergerak Menuju Zero Blankspot, Sinergi Intensif Pemkab dan Telkomsel

“Dari hasil evaluasi lapangan, penerapan SPM dapat menahan air lebih lama melalui pemanfaatan jerami yang menutup permukaan tanah. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa SPM bisa mengatasi masalah kekeringan yang dihadapi petani,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga membawa kabar baik mengenai proyek irigasi di wilayah Canduang yang telah dipastikan masuk dalam program tahun ini oleh Balai Wilayah Sungai (BWS).

Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat.

“Kita sudah satu suara dengan nagari dan masyarakat. Tidak ada keraguan lagi, pekerjaan ini segera dilaksanakan. Ini menjadi bukti nyata kolaborasi kita bersama untuk mengatasi persoalan di lapangan,” tutupnya.

Baca Juga  Wagub Vasko Resmikan Samsat Nagari Sungai Rumbai

Komitmen Bersama untuk Pembangunan

Bupati Benni Warlis menekankan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Penyelesaiannya akan didasarkan pada skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama.

“Masalah sosial, ekonomi, maupun infrastruktur tidak bisa hanya bergantung pada anggaran. Jika anggaran ada, kita gunakan, tapi kalau tidak ada, kita selesaikan sesuai cara dan kemampuan masing-masing. Yang lebih penting adalah semangat kita bersama,” ujarnya. (*)