Berita

Dua Warga Luka, BKSDA Pasang Kandang Jebak Harimau di Solok Selatan

×

Dua Warga Luka, BKSDA Pasang Kandang Jebak Harimau di Solok Selatan

Sebarkan artikel ini
Petugas BKSDA Sumbar memasang kandang jebak di Solok Selatan, usai insiden interaksi harimau sumatera dengan warga. (ist)
Petugas BKSDA Sumbar memasang kandang jebak di Solok Selatan, usai insiden interaksi harimau sumatera dengan warga. (ist)

INGATLAH.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melakukan langkah cepat menyusul insiden interaksi negatif antara satwa liar harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan warga di Nagari Persiapan Batang Lolo, Kecamatan Koto Parit Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan.

Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pada Selasa malam, 16 September 2025.

Dua warga dilaporkan mengalami luka serius akibat kejadian itu dan kini telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Solok Selatan.

“Begitu menerima laporan, kami segera menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan penanganan. Situasi masyarakat saat ini relatif kondusif, dan warga dapat memahami langkah-langkah yang ditempuh,” kata Hartono, Senin (22/9/2025).

Baca Juga  Harimau Sumatera Serang Pekerja di Riau, Korban Luka di Kepala dan Lengan

Tim BKSDA tiba di lokasi pada Rabu (17/9/2025) dan langsung berkoordinasi dengan perangkat nagari, kepolisian, dan pemerintah daerah.

Hasil pengamatan menemukan adanya jejak dan bekas cakaran harimau di sekitar lokasi, termasuk jejak baru yang mengindikasikan satwa tersebut masih berada di kawasan itu.

Sebagai langkah antisipasi, BKSDA bersama warga memasang kandang jebak di titik ditemukannya tanda keberadaan harimau.

Upaya lanjutan dilakukan pada Kamis (18/9/2025), dengan sosialisasi kepada masyarakat.

Warga diminta membatasi aktivitas di ladang antara pukul 09.00 hingga 16.00, beraktivitas secara berkelompok, mengandangkan ternak, dan segera melapor jika menemukan tanda keberadaan harimau.

Baca Juga  Harimau Sumatera Berkeliaran di BRIN Agam, Aktivitas Warga Dihentikan

Pada Jumat (19/9/2025), BKSDA bersama Yayasan Sintas memasang empat unit kamera jebak di tiga titik sekitar lokasi.

Pemasangan ini bertujuan untuk memantau aktivitas satwa liar, khususnya harimau sumatera, di wilayah terdampak.

“Hingga saat ini, sejak 18 September, tidak ditemukan lagi tanda keberadaan harimau di sekitar lokasi. Namun pemantauan tetap kami lakukan secara berkala sampai situasi benar-benar aman,” ujar Hartono.