INGATLAH.COM – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), PT Hutama Karya (Persero) menggelar serangkaian kegiatan apresiasi bagi pengguna jalan tol.
Acara ini berlangsung serentak di seluruh ruas tol yang dikelola perusahaan, mulai dari Sumatra hingga Jabodetabek.
Apresiasi dan Keterlibatan Pelanggan
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyatakan bahwa Harpelnas adalah momen penting untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada pelanggan setia jalan tol.
“Dalam rangkaian Harpelnas 2025, Hutama Karya mengadakan berbagai kegiatan interaktif di rest area serta membagikan merchandise edisi khusus sebagai bentuk terima kasih dan apresiasi kepada pengguna jalan,” ujar Adjib.
Aktivitas ini termasuk booth activation di beberapa rest area, di mana pengunjung bisa berfoto, mengikuti kuis berhadiah, dan mendapatkan merchandise menarik.
Secara daring, Hutama Karya juga mengadakan photo contest melalui akun media sosial mereka.
Ribuan merchandise edisi khusus, termasuk kartu uang elektronik berisi saldo dan tumbler eksklusif, dibagikan langsung oleh perwakilan perusahaan kepada pelanggan di seluruh ruas tol.
Desain merchandise tersebut pun memiliki makna mendalam.
“Makna dari ilustrasi orang dalam desain merchandise menggambarkan pelayanan prima petugas jalan tol kepada pelanggan, sementara landmark Sumatra merepresentasikan kampanye yang saat ini digaungkan Hutama Karya, yaitu Sumatra Sudah Dekat,” jelas Adjib.
Peran Jalan Tol Trans-Sumatra dan Dukungan Pihak Lain
Lebih dari sekadar pelayanan, Hutama Karya menegaskan peran Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) sebagai simpul konektivitas yang memangkas waktu tempuh, memperlancar logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Dukungan pemerintah sangat penting dalam memastikan manfaat pembangunan ini dapat dirasakan masyarakat luas.
M. Firdausi Manti, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar KemenkoInfra, menyebutkan bahwa pembangunan JTTS diproyeksikan dapat menambah tenaga kerja hingga 1,54 juta orang dan meningkatkan output ekonomi di beberapa provinsi.
“Investasi JTTS juga berpotensi menambah output ekonomi hingga Rp171 triliun di Sumatera Utara, Rp196 triliun di Riau, dan Rp63 triliun di Jambi,” tutur Firdausi.
Pengamat Ekonomi Universitas Riau, Dahlan Tampubolon, menekankan bahwa dampak positif infrastruktur sangat bergantung pada ekosistem pendukung.
“Kolaborasi erat pemerintah, BUMN, akademisi, komunitas, dan masyarakat akan memastikan infrastruktur tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga penghubung pertumbuhan ekonomi, jalur logistik nasional, dan penguat daya saing Sumatra,” ujarnya.
Hutama Karya terus memperkuat nilai tambah JTTS melalui kampanye yang berfokus pada pelanggan. Tingkat kepuasan pelanggan pun meningkat, dari 96,6% pada tahun 2023 menjadi 97,12% pada tahun 2024.
“Kami menargetkan angka ini terus meningkat, sekaligus berharap setiap pengguna jalan dapat merasakan peningkatan layanan yang kami hadirkan,” tutup Adjib. (*)





