Berita

Cuaca Ekstrem Sebabkan Pohon Tumbang di Pasaman, Warga Diminta Waspada

×

Cuaca Ekstrem Sebabkan Pohon Tumbang di Pasaman, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD Pasaman saat membersihkan pohon tumbang yang menutupi badan jalan di Rimbo Malampah, Kabupaten Pasaman. (Foto: Istimewa)

INGATLAH — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, pada Minggu (27/4/2025) malam menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Salah satu insiden pohon tumbang terjadi di kawasan Rimbo Malampah, Kecamatan Tigo Nagari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, menyebabkan badan jalan tertutup dan kabel listrik terganggu, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas hingga sekitar pukul 01.30 WIB.

Baca Juga  Rayyan Arkan Dikha: Bocah Viral di Pacu Jalur Kuansing yang Bikin Dunia Terpukau

“Benar, akibat hujan lebat sejak siang hari, terjadi pohon tumbang yang menutupi bahu jalan dan mengenai kabel listrik,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman, Desrianti, saat dihubungi, Senin (28/4/2025) pagi.

Ia menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir cuaca ekstrem memang sering terjadi di wilayah tersebut, ditandai dengan curah hujan tinggi dan angin kencang yang berpotensi menimbulkan bencana alam.

“Begitu mendapat laporan dari warga, tim BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan agar jalan bisa kembali dilalui masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Begini Kronologi Penusukan di Pasaman Barat, Berawal dari Pintu Dibanting

BPBD Pasaman mengimbau masyarakat, khususnya yang melintas di daerah Rimbo Malampah dan sekitarnya, untuk tetap berhati-hati saat berkendara, terutama ketika hujan turun.

“Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan potensi angin kencang, kami minta masyarakat lebih berhati-hati saat berada di luar rumah. Jika tidak mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar untuk menghindari risiko bencana,” tutup Desrianti. (*)