Gaya HidupBerita

Seminar JS Khairen di UNP, Kisah Nyata dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

×

Seminar JS Khairen di UNP, Kisah Nyata dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Program Ngaji Literasi x Semesta Buku yang diadakan oleh Gramedia dan Universitas Negeri Padang (UNP) berlanjut dengan menggelar seminar bertajuk “Menulis dari Akar: Syair, Syiar, dan Sastra Masa Kini”.

Acara yang digelar pada Jumat (19/9) ini menghadirkan penulis kenamaan, Jombang Santani Khairen atau lebih dikenal sebagai JS Khairen.

Kisah Inspiratif di Balik Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Di hadapan ratusan peserta yang memenuhi Gedung Rektorat UNP, JS Khairen membeberkan inspirasi di balik salah satu novelnya yang paling populer, Dompet Ayah Sepatu Ibu.

Menjawab pertanyaan dari seorang mahasiswa, ia mengaku novel tersebut terinspirasi dari kisah nyata orang tuanya sendiri.

“Saya terinspirasi dari kisah orang tua sendiri. Pengalaman mereka sangat berkesan, lalu saya tuangkan dalam cerita,” ungkapnya.

Baca Juga  Madura United Rekrut Gelandang Asal Kolombia Brayan Angulo

Penulis asal Ranah Minang ini menjelaskan, novel tersebut mengangkat perjuangan anak-anak miskin di Sumatera Barat.

Novel ini mengisahkan Asrul dan Zeena, dua anak sederhana yang berjuang untuk keluar dari jerat kemiskinan.

“Tokohnya Asrul dan Zeena, dua anak sederhana yang berjuang keluar dari kemiskinan. Mereka bertemu di kampus dan memilih berjuang bersama,” kata Khairen.

Ia menambahkan bahwa novel ini memiliki 25 episode yang sarat akan pesan moral.

“Karya ini saya harapkan bisa memberi motivasi bagi generasi muda agar tidak menyerah meski hidup penuh rintangan,” jelasnya.

Pendidikan Sebagai Kunci Mengubah Nasib

Dalam novelnya, Khairen menggambarkan realitas sosial yang dialami tokoh-tokohnya.

Asrul digambarkan sebagai seorang yang membantu ibunya dengan menjadi wartawan dan tukang kliping, sementara Zeena harus berjualan jagung sebelum pergi sekolah. Keduanya melawan keterbatasan dengan tekad yang kuat.

Baca Juga  Kolaborasi UNP dan Masyarakat, Wujudkan Kampung Inggris di Pesisir Selatan

Salah satu peserta, Dina, mengaku sangat terinspirasi oleh cerita tersebut.

“Cerita ini membuat saya yakin bahwa pendidikan tetap bisa mengubah nasib,” ucapnya.

Menurut Khairen, kisah ini sangat relevan dengan kondisi banyak keluarga di pedesaan. Ia ingin menunjukkan bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk memutus rantai kemiskinan.

“Saya ingin menunjukkan bahwa pendidikan mampu memutus rantai kemiskinan,” tegasnya.

Mengakhiri seminarnya, J.S. Khairen memberikan pesan penutup yang kuat.

“Tidak ada cita-cita yang mustahil jika kita berusaha keras. Semangat itu saya ingin tanamkan lewat karya,” tutupnya. (*)