Ingatlah – Rumah Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Partai NasDem, Ahmad Sahroni, dilaporkan dijarah sekelompok massa pada Jumat (30/8/2025) malam di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Aksi tersebut menyita perhatian publik dan memicu gelombang komentar warganet di media sosial.
Dalam unggahannya di platform X (Twitter), Sahroni mengecam keras aksi penjarahan tersebut.
“Saya mengutuk tindakan penjarahan di rumah saya. Apa pun alasannya, tindakan itu tidak bisa dibenarkan. Barang-barang yang diambil adalah milik keluarga saya, dan saya meminta aparat menindak tegas pelaku,” tulis Sahroni.
Saat kejadian, Sahroni diketahui sedang berada di Singapura. Meski begitu, ia menegaskan akan menempuh jalur hukum atas insiden ini.
Kemarahan Publik dan Gelombang Kritik di Media Sosial
Aksi penjarahan ini terjadi di tengah meningkatnya kemarahan publik terhadap DPR RI. Salah satunya dipicu wacana kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR, yang disebut-sebut berasal dari anggaran negara.
Banyak masyarakat menilai langkah tersebut tidak tepat di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.
Kemarahan publik semakin memuncak setelah Sahroni melontarkan pernyataan yang menyebut kritik “bubarkan DPR” sebagai bentuk kebodohan masyarakat.
Ucapan itu memantik reaksi keras di media sosial, menjadikan Sahroni salah satu sosok yang paling disorot.
Polisi Diminta Bertindak Tegas
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait jumlah kerugian akibat penjarahan. Namun, Sahroni meminta agar aparat segera menindak pelaku sesuai hukum.
“Rumah pribadi adalah tempat yang harus dilindungi. Saya harap kepolisian bisa mengusut tuntas dan memberi rasa aman bagi keluarga,” kata Sahroni dalam keterangannya.
Di sisi lain, pengamat politik menilai insiden ini menjadi sinyal bahaya meningkatnya ketegangan antara publik dan elite politik. Aksi kekerasan dan penjarahan dinilai bukan solusi, melainkan memperburuk kondisi sosial. (*)





