INGATLAH – Panen raya jagung di lahan milik Pemkab Pelalawan berhasil dengan panen gemilang bersama kelompok tani Asta Cita, Pelalawan, Selasa (26/08/2025).
Panen tersebut dilaksanakan langsung oleh Bupati Pelalawan, Zukri bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan serta didampingi Kapolres Pelalawan, AKBP Jhon Letedara yang menghasilkan panen sekitar 15 ton jagung pipil dari lahan seluas 5 hektare.
Dalam sambutannya, Bupati Zukri memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Riau.
Menurutnya, Kapolda Irjen Herry Heryawan bukan hanya seorang pemimpin kepolisian, melainkan juga sosok visioner yang peduli pada kemajuan daerah.
“Kalau saya bilang, beliau ini bukan hanya Kapolda, tapi sudah bisa mengalahkan kepala daerah. Visioner dan luar biasa menjaga Riau. Semoga panjang umur dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujar Zukri.
Zukri juga menegaskan Pemkab Pelalawan juga tengah menjalankan program penghijauan satu juta pohon per tahun. Setiap izin usaha baru pun diwajibkan menanam pohon sebagai bagian dari regulasi daerah.
“Ini komitmen kami agar pembangunan sejalan dengan kelestarian lingkungan,” tegas Zukri.
Ia menjelaskan, Pelalawan menyimpan potensi pangan besar, terutama kawasan Kuala Kampar yang merupakan sentra pangan terluas di Riau.
Ia terus berharap semoga sinergi bersama Kapolda mampu memperkuat sektor pangan sekaligus mendorong wisata Bono yang mendunia.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor pemerintah, TNI-Polri, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas dalam mewujudkan ketahanan pangan.
“Panen raya kita berhasil dengan total mencapai 15 ton jagung. Hasil ini akan memperkuat pasokan pakan ternak sekaligus mendukung program swasembada pangan 2025,” jelasnya.
Lebih lanjut, polisi bintang dua itu mengungkapkan bahw Polda Riau tengah menyiapkan lahan percontohan Bank Pohon di Rumbai.
Kedepannya, seluruh Kapolsek akan dilatih menanam jagung dan beternak dengan teknik yang benar sehingga setiap Polsek dapat mengelola minimal satu hektare lahan.
“Kalau tiap Polsek menanam dengan treatment tepat, hasilnya pasti berkualitas. Ini bukan hanya soal pangan, tapi juga pendidikan ekologi menanam pohon, menjaga lingkungan, hingga memberi keadilan bagi alam semesta,” jelas Kapolda.
Menurutnya, panen raya ini bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol kebersamaan seluruh pihak dalam menjawab tantangan pangan di masa depan.
“Semoga membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi masyarakat, bangsa, dan negara melalui swasembada pangan berkelanjutan ini,” tutup Kapolda.(*)





