Berita

Nagari Lasi Meriahkan HUT RI dengan Lomba Tradisional, Ada Bapak- bapak Menggiling Cabe

×

Nagari Lasi Meriahkan HUT RI dengan Lomba Tradisional, Ada Bapak- bapak Menggiling Cabe

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Suasana penuh semangat kebersamaan terasa di Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Senin (18/8/2025).

Ratusan warga dari anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah mengikuti berbagai lomba tradisional yang digelar di halaman Balai Adat Nagari Lasi.

Kegiatan yang pertama kali digelar dengan skala besar ini resmi dibuka oleh Wali Nagari Lasi, Adrizal.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa lomba tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan nilai bagi generasi muda.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan dengan pengorbanan darah dan air mata. Tugas kita sekarang adalah mengisinya dengan kegiatan positif, gotong royong, serta menjaga sinergi antarlembaga di nagari,” ujar Adrizal.

Baca Juga  Lomba HUT ke-26 DWP Padang, Istri Lurah Adu Pasang Atribut PDU

Ia menambahkan, lomba-lomba yang digelar mengajarkan banyak hal: disiplin, kerjasama, keseriusan, hingga nilai sportivitas.

Tidak hanya itu, acara ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan perantau yang turut menyumbangkan hadiah untuk para pemenang.

Sorak sorai penonton mewarnai setiap cabang lomba. Tawa pecah saat bapak-bapak mengikuti lomba manggiliang lado (menggiling cabe), sementara ibu-ibu kader dan bundo kanduang unjuk kebolehan dalam lomba memasukkan belut ke botol.

Berdasarkan keterangan panitia, sejumlah lomba yang digelar antara lain:

Baca Juga  Wali Kota Padang Siapkan Hadiah Umrah bagi Pelajar yang Konsisten ke Masjid

Pacu karung untuk anak-anak

Tarik tambang untuk anak-anak dan ibu-ibu kader PKK/bundo kanduang

Memasukkan belut ke dalam botol (ibu-ibu kader/bundo kanduang)

Membawa kelereng dengan sendok (anak-anak)

Mengambil koin dalam tepung (anak-anak)

Menggiling cabe (manggiliang lado) oleh bapak-bapak

Manjujuang ember berisi air tanpa penyangga (singguluang) oleh bapak-bapak

Antusiasme warga terlihat jelas. Setiap peserta didukung sorakan dan tepuk tangan penonton, menjadikan suasana Balai Adat Lasi penuh energi kebersamaan.

“Lomba ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga. Semoga ini bisa menjadi agenda tahunan,” tutup Adrizal.