INGATLAH – Kinerja ekspor Provinsi Riau sepanjang paruh pertama 2025 mencatatkan hasil gemilang. Badan Pusat Statistik (BPS) Riau melaporkan total ekspor Januari–Juni 2025 mencapai US$10,14 miliar, naik 20,30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$8,42 miliar.
Kepala BPS Riau Asep Riyadi menyebut lonjakan ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang tumbuh signifikan. Nilai ekspor sektor ini meningkat 24,90 persen menjadi US$9,49 miliar, dari sebelumnya US$7,59 miliar.
“Nonmigas masih menjadi penopang utama ekspor Riau, khususnya dari komoditas lemak dan minyak nabati,” ujar Asep dalam rilis resmi, Jumat (1/8/2025).
Sebaliknya, ekspor migas justru anjlok 21,56 persen. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor hasil pengolahan minyak sebesar 25,56 persen menjadi US$462,88 juta, dan minyak mentah turun 9,79 persen menjadi US$190,89 juta.
Komoditas Unggulan: Lemak Nabati hingga Kimia Organik
Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati masih mendominasi dengan kontribusi US$1,45 miliar, melonjak 37,39 persen dari tahun lalu. Disusul oleh produk kimia lainnya (naik 54,53 persen), bahan kimia organik (63,84 persen), buah-buahan (85,16 persen), serta makanan olahan (24,25 persen).
Namun, ada juga komoditas yang mengalami penurunan tajam. Ekspor ampas dan sisa industri makanan anjlok 71,90 persen, dan serat stapel buatan juga turun.
Tiongkok Jadi Tujuan Utama
Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama dengan nilai ekspor mencapai US$1,60 miliar atau 16,92 persen dari total ekspor nonmigas Riau. Disusul India (US$933,76 juta) dan Malaysia (US$795,29 juta).
Ekspor ke negara ASEAN tumbuh signifikan 52,54 persen, sementara ke Uni Eropa naik 5,08 persen. Bangladesh mencatat pertumbuhan paling tinggi, melonjak hingga 163,63 persen.
Secara keseluruhan, ekspor ke 13 negara tujuan utama menyumbang US$7,26 miliar, naik 31,39 persen dari tahun lalu.
Industri Pengolahan dan Pertanian Tumbuh Positif
Dilihat dari sektor, ekspor nonmigas dari industri pengolahan naik 24,80 persen. Sektor pertanian justru mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 35,92 persen.
Khusus untuk bulan Juni 2025, ekspor Riau mencapai US$2,00 miliar, naik 18,28 persen dibanding Juni 2024. Industri pengolahan naik 19,07 persen dan pertanian tumbuh 15,48 persen secara tahunan.
“Ini membuktikan sektor industri pengolahan dan pertanian masih jadi andalan ekspor Riau, terutama dari sisi nonmigas,” tutup Asep.





