INGATLAH–Selasa,15 Juli 2025 – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan pelabuhan. Sepanjang tahun ini, PTP sudah menggelar sosialisasi K3 di enam cabang pelabuhan. Senin, 14 Juli 2025, giliran Cabang Teluk Bayur yang menjadi lokasi kegiatan.
Teluk Bayur sendiri merupakan pelabuhan internasional utama di Kota Padang, Sumatera Barat. Pelabuhan ini memegang peranan strategis dalam arus ekspor-impor di pantai barat Sumatera. Dengan makin ramainya aktivitas bongkar muat, kesadaran akan pentingnya K3 jadi hal yang tak bisa ditawar lagi.
Sosialisasi yang digelar kali ini menggandeng para pekerja dan stakeholder pelabuhan lewat kegiatan bertajuk “Sosialisasi Safety Awareness”. Tujuannya jelas, membentuk budaya kerja yang aman, disiplin, dan profesional di lingkungan pelabuhan.
Tak hanya sekadar penyuluhan, acara juga diselingi dengan pembagian alat pelindung diri (APD) seperti helm dan rompi kepada para Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Sebanyak 40 peserta dari TKBM dan stakeholder pelabuhan ikut ambil bagian. Materi yang diberikan mencakup prosedur keselamatan kerja, cara penggunaan APD yang benar, hingga simulasi penanganan kondisi darurat.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi, menekankan bahwa keselamatan kerja bukan cuma tanggung jawab satu pihak, tapi jadi kesadaran bersama.
“Pelabuhan yang aman lahir dari pekerja yang paham risiko dan taat prosedur. Dengan pembekalan ini, kami ingin tumbuhkan rasa tanggung jawab bersama. Ini bagian dari komitmen kami lewat program TJSL Peduli K3 yang sudah dilakukan juga di cabang lain seperti Tanjung Priok, Pangkal Balam, Jambi, Palembang, dan Terminal Kijing,” ujar Fauzi.
Hal serupa disampaikan oleh Koordinator TKBM Teluk Bayur, Hasren. Ia bilang, kedisiplinan adalah kunci utama bekerja di lingkungan pelabuhan yang penuh risiko.
“Prosedur sudah jelas, tinggal bagaimana kita patuh dan konsisten menjalankannya. Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari PTP Cabang Teluk Bayur ini,” ucap Hasren.
Dari pihak KSOP Kelas II Teluk Bayur, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan, Trino Palapa, S.Si.T., ikut mengingatkan pentingnya penggunaan APD.
“Patuh terhadap aturan bukan cuma soal kewajiban. Tapi ini bentuk perlindungan diri yang paling dasar,” tegasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Ir. Nizam Ul Muluk, M.Si. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip K3 dalam dunia kerja pelabuhan yang padat aktivitas fisik dan penuh risiko.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penandatanganan ini menjadi simbol tekad seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya aman dan sehat, tetapi juga mendukung kelancaran operasional pelabuhan secara berkelanjutan.
Tentang PTP Cabang Teluk Bayur:
PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur melayani berbagai jenis komoditi, mulai dari curah kering seperti cangkang sawit, jagung, gypsum, hingga curah cair seperti CPO dan aspal. Selain itu, pelabuhan ini juga menangani bag cargo (semen dan pupuk dalam karung) serta general cargo seperti karet dan project cargo. (*)





