INGATLAH – Malam puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di kawasan bersejarah Rumah Singgah Tuan Kadi, Sabtu (21/6/2025), menjadi peristiwa budaya yang membekas dalam ingatan.
Di bawah langit Senapelan yang damai, Polsek Senapelan Polresta Pekanbaru berhasil menghadirkan kemeriahan yang penuh makna melalui pentas seni dan budaya bernuansa Melayu.
Acara yang dipusatkan di Laman Rumah Singgah itu menjadi panggung prestasi sekaligus ekspresi budaya, dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang empat cabang lomba seni: puisi, syair, pantun, dan cipta lagu.
Suasana semakin hidup saat para pemenang naik ke atas panggung, disambut tepuk tangan meriah para tamu dan masyarakat yang memadati lokasi.
Di kategori puisi, M. Asqalani Nasution tampil gemilang sebagai juara pertama, disusul Tiara Permata Ayuka dan Zagi Prastio di posisi kedua dan ketiga.
Sementara di lomba syair, Miftahul Ihsan menyabet posisi tertinggi, diikuti Wulandari dan Bambang Ade S.
Lomba pantun yang digelar secara berpasangan turut mencuri perhatian.
Ekki Gurin – Dafin Awang berhasil menjadi juara, sedangkan pasangan M. Rizki – Khairiyah dan Jemi Andreandef – M. Rasyid Rifai masing-masing meraih posisi kedua dan ketiga.
Untuk cipta lagu, Rika Agustina keluar sebagai pemenang utama, diikuti oleh Meck Gibi dan Dahrial Iskandar.
Malam semakin memikat ketika Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo tampil membacakan puisi “Ketika Jossy Menyendiri” karya Ustaz Abdul Somad, yang menyuarakan keresahan tentang kerusakan lingkungan dan hilangnya jati diri Melayu.
Suasana bertambah khidmat saat Rocky Gerung, tokoh intelektual dari Tumbuh Institute, hadir memberikan refleksi kebudayaan.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, penggagas utama kegiatan ini, menegaskan bahwa perpaduan seni dan pengabdian ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap pelestarian nilai-nilai lokal.
“Kegiatan ini untuk menumbuhkan semangat masyarakat, melindungi tuah dan menjaga marwah. Agar budaya Melayu takkan hilang di bumi,” tegas Irjen Herry.
Resonansi kegiatan ini bahkan menarik perhatian pemerintah pusat. Dikonfirmasi oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, dua menteri dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan dijadwalkan hadir dalam gelaran seni selanjutnya di lokasi yang sama.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Datuk Bandar Setia Amanah pun mengapresiasi tinggi pemilihan situs budaya ini sebagai lokasi perayaan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan menjadikan Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai panggung budaya. Ini bentuk penghormatan terhadap sejarah dan identitas kita,” ujar Agung.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Pekanbaru bukan sekadar seremoni, melainkan perayaan nilai dan warisan yang menyatukan pengabdian aparat dengan denyut budaya masyarakat.
Riau, malam itu, bersinar dalam kebersamaan dan kebanggaan akan akar budayanya.(*)





