PEKANBARU- Polisi meringkus tiga orang pria berinisial DE (20), FH (22), dan JN (23), serta satu orang wanita inisial SI, atas kasus pemerasan dengan modus aplikasi kencan.
Mereka ditangkap dilokasi terpisah pada Rabu (11/06), setelah polisi mendapatkan laporan dari korban.
Kasus ini bermula saat korban memesan wanita di aplikasi kencan, dan telah membuat janji bertemu di kosan milik SI, di daerah jalan Durian, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, yang terjadi pada Sabtu (07/06).
“Pada saat itu korban memesan cewek dari aplikasi michate, kemudian di aplikasi tersebut dia dapat dan diarahkan ke rumah kos,” Sebut Kapolsek Sukajadi, Kompol Jorminal Sitanggang, Pada Kamis (19/06).
Usai berkomunikasi melalui aplikasi kencan dan bersepakat bertemu di kos milik SI, kemudian pelaku menunggu korban di Lobby kos sebelum korban datang.
“Setelah korban sampai di salah satu kos di jalan Durian, kemudian pelaku SI menarik korban untuk masuk ke kamar miliknya,” Ungkap Kompol Jorminal Sitanggang.
Ternyata, setelah korban masuk ke kamar milik SI, tiga orang pelaku lainnya telah berada didalam.
“Setelah diajak masuk kamar, ternyata sudah ada tiga orang laki-laki yang menunggu didalam kamar tersebut, setelah itu terjadilah dugaan tindak pidana pemerasan tersebut,” jelas Kapolsek Sukajadi.
Kompolotan pemerasan dengan modus aplikasi kencan ini, memaksa korban untuk menyerahkan uang sebanyak Rp. 3 juta rupiah, untuk uang keamanan.
“Dia memberikan uang kepada wanita, kemudian diancam oleh tiga orang pelaku untuk memberikan uang melalui transfer, jika ingin aman saat bercinta,” kata Kapolsek.
Dari pemeriksaan polisi, komplotan pemerasan modus aplikasi kencan, sudah melancarkan aksinya sebanyak lima kali. Tersangka tidak segan-segan melakukan penganiayaan, jika tidak diberikan uang.
“Menurut pengakuan dari tersangka, mereka sudah melancarkan aksi sebanyak lima kali. Mereka melakukan pengancaman, serta pemukulan,” jelasnya.
Menurut Kompol Jorminal, Peristiwa pemerasan dengan modus aplikasi kencan sering terjadi, namun hanya sedikit yang membuat laporan polisi.
“Orang ini selalu berhasil dan tidak ada yang melapor, akhirnya mungkin ketagihan,” tutupnya.





