INGATLAH – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) Asmar, mengaku telah menerima laporan adanya aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Meranti, Provinsi Riau yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Lebih mengejutkan, informasi yang diterima menyebutkan sejumlah oknum bahkan berperan sebagai kurir hingga bandar narkoba.
“Saya dapat informasi dari berbagai pihak. Di kantor-kantor, pegawai dan honorer banyak yang terlibat narkoba. Ada yang jadi pengguna, kurir, bahkan bandar,” kata Asmar dalam acara di Desa Mekong, Rabu (18/6/2025).
Sebagai langkah tegas, Pemkab Meranti akan menggelar tes urin bagi seluruh ASN dan tenaga honorer. Tes tersebut akan dilakukan secara acak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Tes urin akan dilakukan di sejumlah OPD. Tidak akan diberitahu waktunya. Ini bentuk keseriusan saya,” ujarnya.
Asmar menegaskan, ASN yang terbukti positif akan dikenakan sanksi bertahap berupa surat peringatan (SP). Jika hingga tiga kali SP tidak ada perubahan, pemecatan akan menjadi opsi terakhir.
Sementara itu, tenaga honorer yang terbukti menggunakan narkoba akan langsung diberhentikan tanpa peringatan.
“Kalau honorer tidak ada ampun. Terbukti narkoba, langsung kita berhentikan,” tegas Asmar.
Langkah ini, kata Asmar, merupakan bagian dari upaya membersihkan birokrasi dari pengaruh narkoba dan menciptakan pemerintahan yang bersih serta berintegritas.
“Hati-hati. Tunggu tanggal mainnya. Saya tidak main-main,” pungkasnya.





