Berita

ASN Padang Panjang Wajib Naik Angkot Setiap Rabu, Sopir Senang

×

ASN Padang Panjang Wajib Naik Angkot Setiap Rabu, Sopir Senang

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Pemerintah Kota Padang Panjang terus mendorong penggunaan angkutan umum sebagai bagian dari upaya mendukung ekonomi masyarakat.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah program “Rabu ASN Naik Angkutan Umum”, yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.

Kebijakan ini disambut positif oleh para pelaku transportasi lokal. Firdaus (60), sopir angkot L300 milik koperasi Sari Menanti, mengaku baru segelintir ASN yang terlihat menaiki angkot pada Rabu pagi. Meski begitu, ia tetap mendukung langkah yang diambil oleh Wali Kota Hendri Arnis.

“Memang belum banyak yang naik. Mungkin karena buru-buru, jadi mereka lebih memilih ojek atau taksi online. Tapi kami sangat mengapresiasi kebijakan ini. Paling tidak, kami merasa dilibatkan dalam roda ekonomi kota,” ujar Firdaus.

Hal serupa dirasakan Jamilal (54), sopir angkot trayek Pasar–Batas Kota di Kelurahan Ekor Lubuk. Ia menyebut meskipun belum terlihat peningkatan signifikan dari jumlah ASN yang menggunakan angkot, program ini tetap memberikan harapan.

Baca Juga  Galodo Terjang Padang Panjang, Pencarian Warga Tertimbun di Silaing Terus Dilakukan

“Kalau program ini berkelanjutan, kami bisa lebih tenang. Bahkan bisa membantu biaya sekolah anak kami yang kuliah di luar kota,” katanya.

Tidak hanya berlaku untuk ASN, Pemko Padang Panjang juga menggulirkan program angkutan gratis bagi pelajar setiap hari Selasa dan Kamis.

Menurut para sopir, program ini sangat meringankan beban masyarakat sekaligus memberi pemasukan tambahan bagi pengemudi angkutan umum.

Firdaus bahkan bersedia menyesuaikan trayeknya agar lebih menjangkau kantor-kantor yang berada di luar jalur utama. “Kalau perlu antar langsung ke Dinas Pendidikan atau tunggu saat jam pulang, saya siap. Asal angkot tetap dipakai,” tegasnya.

Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari pengemudi ojek dan taksi online. Pak Ujang (63), tukang ojek pangkalan di Simpang Jembes, menyebut program ini memberi dampak langsung bagi pendapatan mereka.

Baca Juga  Banjir di Kampar, Warga Geger Buaya Masuk Pekarangan Rumah

“Sekarang ASN mulai naik ojek juga. Kami ikut merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Senada dengan itu, Riko (39), sopir taksi online, mengatakan bahwa rezeki bisa datang dari berbagai arah. “Kebijakan ini bagus untuk transportasi lokal. Kita bisa saling berbagi rezeki,” ujarnya.

Program “Rabu ASN Naik Angkutan Umum” tercantum dalam Surat Edaran Wali Kota Padang Panjang yang mengimbau seluruh ASN dan tenaga non-ASN untuk menggunakan transportasi umum saat berangkat, melaksanakan tugas dinas, maupun pulang dari tempat kerja setiap hari Rabu.

Selain mendukung perekonomian pelaku transportasi lokal, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di kota. (*)