INGATLAH – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perdagangan menanggapi cepat keluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Raya Fase VII yang sebelumnya disampaikan ke Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat.
Sebanyak delapan pedagang yang sempat tidak memperoleh tempat berjualan kini dipastikan akan segera mendapatkan lapak.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Syahendri Barkah, menyampaikan bahwa proses verifikasi terhadap delapan PKL tersebut telah dilakukan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar pernah berdagang di kawasan Pasar Raya.
“Dua minggu lalu kita sudah meloting tempat untuk lima pedagang dan mereka telah diberi tempat. Hari ini, tiga orang lainnya yang belum mendapat nomor loting akan langsung diberikan karena tempat masih tersedia,” ujar Syahendri saat meninjau Pasar Raya Fase VII, Kamis (24/4/2025).
Peninjauan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Padang, Andree Harmadi Algamar, dan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumbar, Adel Wahidi.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Padang juga mendengarkan langsung keluhan para pedagang.
“Pemko berkomitmen memastikan seluruh PKL yang sebelumnya benar-benar berjualan di Pasar Raya mendapatkan tempat berjualan di Fase VII,” tegas Andree.
Lebih dari 620 PKL Telah Terdata
Menurut data Dinas Perdagangan, hingga saat ini tercatat lebih dari 620 PKL telah memiliki tempat di Pasar Raya Fase VII.
Namun demikian, tidak semua tempat yang sudah dibagikan dimanfaatkan oleh para pedagang.
“Pada awal pembagian tempat, para pedagang sangat antusias. Tapi setelah diberikan, ada beberapa tempat yang tidak ditempati. Kami sudah menempelkan pemberitahuan sejak Februari dan menyurati pedagang tersebut agar segera berjualan,” ungkap Syahendri.
Dinas Perdagangan pun menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil alih kembali tempat yang kosong dan menyerahkannya kepada pedagang yang serius ingin berjualan.
Ombudsman: Perlu Ketegasan dan Pengawasan
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumbar, Adel Wahidi, menyampaikan bahwa pihaknya turut turun ke lapangan untuk memastikan laporan dari pedagang ditindaklanjuti.
“Lima pedagang sudah mendapat loting dan tiga lainnya akan segera diberikan. Tapi kami juga melihat masih ada pedagang yang belum memanfaatkan tempatnya. Ini perlu pengawasan dan ketegasan dari Pemko,” ucap Adel. (*)





