INGATLAH – Keluhan terkait potongan timbangan tandan buah segar (TBS) sawit yang dianggap merugikan, disampaikan langsung oleh para petani kepada Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dalam dialog terbuka yang digelar di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Sabtu (12/4).
Para petani menyampaikan bahwa potongan yang diterapkan oleh pihak pabrik kelapa sawit (PKS) berkisar antara 4 hingga 8 persen.
Dampaknya, mereka bisa merugi antara Rp400 ribu hingga Rp500 ribu untuk setiap truk TBS yang mereka jual.
“Potongan sebesar itu sangat merugikan kami. Parahnya, tidak ada penjelasan teknis dari pabrik terkait dasar perhitungan tersebut,” kata Jhon Nasri, Ketua KUD Lubuk Karya, dalam pertemuan tersebut.
Mendengar keluhan itu, Bupati Annisa menyatakan akan menindaklanjuti persoalan ini secara serius.
Ia bahkan langsung meminta Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Yefrinaldi, untuk mengkaji permasalahan potongan timbangan ini dan segera mencari solusi yang berpihak kepada petani.
“Ini bukan persoalan sepele. Kita harus pastikan sistem penimbangan di pabrik berjalan adil dan transparan. Saya minta Asisten II segera berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak pabrik untuk menuntaskan masalah ini,” ujar Annisa tegas.
Selain itu, Annisa juga menekankan pentingnya membentuk forum komunikasi tetap antara petani, koperasi, dan perusahaan sawit.
Forum ini diharapkan bisa menjadi wadah penyelesaian persoalan-persoalan teknis di lapangan secara terbuka dan berkesinambungan.
“Kita ingin ada ruang dialog rutin agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Semua harus mendapat perlakuan yang adil,” tutupnya. (*)





