BeritaUtama

Resmi Ditutup, Tol Padang–Sicincin Sukses Fungsional Selama Arus Lebaran

×

Resmi Ditutup, Tol Padang–Sicincin Sukses Fungsional Selama Arus Lebaran

Sebarkan artikel ini
Petugas pengamanan pintu Tol Padang-Sicincin. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Masa operasional fungsional Tol Padang–Sicincin resmi berakhir pada Kamis (10/4/2025).

Tol yang dibuka sejak 24 Maret 2025 ini ditutup setelah sukses mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025 tanpa catatan kecelakaan lalu lintas.

Selama dibuka, ruas tol ini memberikan akses gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari pengujian fungsional dan uji kesiapan infrastruktur jelang pengoperasian penuh.

Kasat Lantas Polres Padangpariaman, Iptu Rudi Chandra, menyampaikan bahwa arus lalu lintas pada hari penutupan terpantau terkendali dan lancar. Volume kendaraan juga menunjukkan tren penurunan signifikan sejak H+7 Lebaran.

“Pada H+10 ini, lalu lintas sudah sangat sepi. Kendaraan yang melintas hanya sesekali, terutama sore hari,” ujar Rudi saat ditemui Kamis siang.

Baca Juga  Xpander Tabrak Brio dan Tumbangkan Dua Pohon di Pekanbaru, Satu Orang Luka di Kepala

Menurutnya, sebagian besar pengguna tol memanfaatkan jalur ini sekadar untuk “tour tol”, yakni menjajal jalan bebas hambatan dari Padang ke Sicincin lalu kembali lagi.

Selama masa fungsional, satu-satunya insiden yang tercatat adalah pecah ban sebuah kendaraan pribadi pada Selasa (8/4/2025), tanpa menimbulkan kecelakaan atau gangguan lalu lintas besar.

“Secara umum, arus lalu lintas selama masa fungsional berjalan lancar. Tidak ada kecelakaan yang terjadi,” tambah Rudi.

Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola telah menetapkan sejumlah ketentuan untuk menjaga keamanan pengguna jalan, di antaranya:

  • Hanya kendaraan Golongan I (non-bus) yang diizinkan melintas.
  • Kecepatan maksimum dibatasi hingga 40 km/jam.
  • Operasional harian dibuka hanya pukul 08.00–17.00 WIB.
Baca Juga  Tol Padang–Sicincin Buka Lapangan Kerja, Ratusan Tenaga Lokal Direkrut HKA

Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, menegaskan bahwa pembatasan ini diberlakukan demi keselamatan selama masa uji coba dan untuk menghindari potensi kerusakan jalan.

Pengoperasian fungsional tol ini mendapat respons positif dari masyarakat yang memanfaatkannya sebagai jalur alternatif menuju Bukittinggi atau sebaliknya, dengan waktu tempuh yang lebih singkat.

Iptu Rudi mengimbau masyarakat agar terus menjaga keselamatan berlalu lintas dan memastikan kondisi kendaraan tetap prima saat tol kembali dibuka nanti.

“Kondisi ban dan kelengkapan kendaraan harus diperiksa sebelum melintas di jalan tol. Ini demi keselamatan bersama,” pesannya. (*)