INGATLAH — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam, menghadirkan kesenian tambua tansa untuk menghibur para pengunjung yang membesuk keluarga mereka selama perayaan Idulfitri 1446 Hijriah.
Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, mengatakan bahwa pertunjukan ini dimainkan oleh warga binaan pemasyarakatan yang telah berlatih secara rutin.
“Mereka memainkan tambua tansa dengan berbagai irama yang merdu dan enak didengar,” ujar Budi, Jumat (4/4/2025).
Menurutnya, inisiatif ini bertujuan menciptakan suasana hangat dan nyaman bagi para pengunjung agar tidak merasa jenuh saat membesuk keluarga mereka di Lapas.
“Kami sengaja menghadirkan kesenian ini agar pengunjung merasa betah dan tidak bosan saat berada di sini,” tambahnya.
Warga Binaan Diberdayakan Melalui Kesenian dan Kerajinan
Selain menampilkan kesenian tradisional, warga binaan di Lapas Lubuk Basung juga dibekali dengan berbagai keterampilan, seperti pembuatan kursi sofa, ukiran batok kelapa, hingga kerajinan bunga.
Budi menekankan bahwa program ini tidak hanya bertujuan sebagai hiburan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat mereka manfaatkan setelah menyelesaikan masa hukuman.
“Kami terus berinovasi agar warga binaan dapat menghasilkan produk yang bernilai. Dengan keterampilan ini, mereka bisa membuka usaha sendiri setelah bebas nanti,” jelasnya.
Lapas Lubuk Basung berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendukung pelestarian budaya dan peningkatan keterampilan warga binaan. (*)





