PEKANBARU – Cinta memang tak selalu berujung bahagia, bahkan terkadang bisa berakhir tragis. Seperti yang dialami seorang pria berinisial AB alias Badol (40), warga Sumenep, Jawa Timur, yang nekat menganiaya wanita pujaan hatinya, Fitri Nila Sari alias Nila (21), hanya karena cintanya ditolak.
Tak main-main, pelaku menggunakan gunting rumput untuk melampiaskan amarahnya!
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (25/3/2025) pagi di Jalan Karya Bakti, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.
Saat itu, korban sedang dalam perjalanan mengantar air minum ketika tiba-tiba dihadang oleh pelaku.
Dengan dalih ingin mengutarakan perasaan, Badol mengancam akan menusuk korban jika cintanya kembali ditolak.
Bukannya tersentuh, Nila justru menolak mentah-mentah sambil berteriak meminta tolong.
Sakit hati, pelaku langsung memukul kepala korban dan mendorong motornya hingga terjatuh.
Tak puas, Badol kemudian menusukkan gunting rumput ke lengan kanan korban dua kali dan dada sebelah kiri dua kali!
Teriakan korban menarik perhatian warga sekitar, yang segera berdatangan dan mengejar pelaku.
Panik, Badol kabur meninggalkan korban yang terluka. Beruntung, warga segera membawa Nila ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, tim Polsek Tenayan Raya yang menerima laporan langsung bergerak cepat.
Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil ditangkap saat bersembunyi di belakang rumah warga, tak jauh dari lokasi kejadian. Petugas juga mengamankan gunting rumput yang digunakan sebagai senjata kejahatan.
Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Oka M Syahrial, melalui Kanit Reskrim IPTU Dodi Vivino, membenarkan kejadian ini dan memastikan pelaku akan dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.
“Pelaku kini sudah diamankan bersama barang bukti untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Iptu Dodi, Kamis (27/3/2025).
Kisah ini menjadi pengingat bahwa cinta yang tulus tak bisa dipaksakan, apalagi dengan ancaman dan kekerasan. Karena jika cinta ditolak, bukan gunting yang harus bertindak, tetapi hati yang harus lebih lapang menerima kenyataan!





