INGATLAH.COM – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Prof. Martin Kustati mengaku terkejut saat menerima informasi dugaan pelecehan seksual oleh seorang dosen.
Dikutip dari topsatu.com, Prof. Martin mengatakan bahwa perbuatan seperti itu dapat merusak nama besar lembaga tersebut.
“Kita akan selidiki dan teliti seperti apa pelecehan yang diperbuat oleh oknum dosen kepada sejumlah mahasiswi sebagai korban tersebut,” katanya.
Prof Martin menjelaskan, pihaknya sidah menugaskan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) untuk penanganan hal tersebut.
Ia menjelaskan, PPKS yabg bertugas melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual telah bergerak dan menerima sejumlah laporan dari mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan.
Ketua Tim Kerja Sama dan Humas Drs. Mardius mengonfirmasi bahwa pimpinan telah menerima laporan dari PPKS pada Senin (29/7).
“Pihak UIN IB Padang akan segera menindaklanjuti dugaan pelecehan atau kekerasan tersebut,” ungkapnya.
Merdius juga menjelaskan bahwa pihak kampus juga akan mempelajari dan menindaklanjuti informasi tersebut bersama pihak terkait lainnya, sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Lebihlanjut, ia mengungkapkan bahwa hal ini tidak bisa dibiarkan, karena bertentangan dengan visi UIN IB Padang.
“Menjadi Universitas Islam yang Kompetitif di ASEAN dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul,” jelasnya
“Filosofi ‘Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah’ harus dijaga bersama di kampus ini,” tutupnya.(*)





