INGATLAH.COM – Dokter Magang PPDS Residen Anestesi yang ditemukan tewas di semak belukar di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak, Selasa (14/7/2026), diketahui merupakan mahasiswa Universitas Riau.
Kapolres Siak melalui Kasat Reskrim AKP Dr Raja Kosmos mengungkapkan, korban bernama lengkap Alex Kristo Loris.
Ia baru menjalani pendidikan sebagai residen anestesi di RSUD Tengku Rafian sejak 1 Juli 2026.
“Korban ditugaskan di rumah sakit ini dalam rangka pendidikan dari Universitas Riau,” ujar Raja Kosmos.
Penemuan jasad korban bermula dari laporan kehilangan yang disampaikan sang istri, dr. YM (31), yang juga bertugas dan tinggal di asrama rumah sakit.
Pada Senin sore sekitar pukul 17.30 WIB, ia mencoba menghubungi suaminya, namun nomor ponsel korban sudah tidak aktif.
Pencarian pun dilakukan di lingkungan rumah sakit dan kepada rekan-rekan sejawat, namun tidak membuahkan hasil. Bahkan, pihak keluarga di Bagan Batu juga telah dihubungi, tetapi korban tetap tidak ditemukan.
Merasa ada kejanggalan, istri korban bersama petugas keamanan kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV).
Dari rekaman di area Radiologi, korban terlihat berjalan seorang diri keluar dari lingkungan rumah sakit melalui Pos Security II menuju Jalan Raja Kecik.
Pencarian dilanjutkan keesokan harinya. Sekitar pukul 11.30 WIB, dua petugas keamanan bersama seorang sopir ambulans menyisir area semak belukar di luar pagar rumah sakit, sesuai titik terakhir pergerakan korban.
Saat memanjat pagar pembatas, salah seorang petugas menemukan korban dalam kondisi terlentang dan tidak bernyawa di tengah semak belukar.
Lokasi penemuan berjarak sekitar lima meter dari pagar rumah sakit atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.
Di dekat tubuh korban, ditemukan tas sandang miliknya. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan seluruh barang pribadi korban masih lengkap, termasuk telepon genggam, dompet, alat medis, serta kartu identitas RSUD Tengku Rafian.
“Tidak ada barang yang hilang. Semua masih utuh,” jelas Kasat Reskrim.
Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas kemudian memasang garis polisi, melakukan olah TKP, dan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak keluarga, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun masalah rumah tangga.
Alex juga disebut telah menikah selama kurang lebih dua tahun.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru guna menjalani proses autopsi.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian dokter muda tersebut.





