INGATLAH – Kota Padang mencatat pencapaian membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai Kota Pionir Pembangunan Inklusi Sosial dalam Indeks Inklusi Sosial Indonesia (IISI) 2025.
Kota ini memperoleh skor 3,6, yang termasuk tertinggi di antara 24 kota pionir inklusi sosial di Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Padang, Tarmizi Ismail, dalam acara peluncuran IISI yang diselenggarakan Setara Institute di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis (6/3/2025).
“Skor 3,6 yang diraih Kota Padang menunjukkan komitmen kuat dalam membangun inklusi sosial. Skor ini setara dengan beberapa kota besar seperti Bandung, Semarang, Jakarta Selatan, dan Denpasar,” ujar Tarmizi.
Upaya Bersama Wujudkan Kota Inklusif
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah koordinasi Bappeda yang telah menjalankan program inklusi sosial di Kota Padang.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja sama semua pihak. Untuk pertama kalinya Kota Padang mendapat pengakuan sebagai kota pionir inklusi sosial. Kami berterima kasih atas kontribusi semua elemen yang telah berupaya menjadikan Padang lebih inklusif,” tambahnya.
Survei IISI dilakukan sejak 8 Oktober 2025, dengan melibatkan berbagai instansi terkait yang menangani minoritas agama, kelompok perempuan, dan penyandang disabilitas.
Beberapa instansi yang berperan dalam survei ini antara lain Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Bappeda, Kesbangpol, dan Kantor Kementerian Agama Kota Padang.
Pentingnya Inklusi Sosial dalam Pembangunan
Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan, menjelaskan bahwa inklusi sosial merupakan proses penting dalam pembangunan yang menjamin kesempatan setara bagi seluruh masyarakat.
“Inklusi sosial adalah kunci dalam mendorong keadilan di berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, politik, hingga lingkungan,” ungkap Halili.
Penyusunan IISI bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan daerah bersifat inklusif, dengan mengutamakan hak-hak kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, minoritas agama, serta masyarakat adat.
Setara Institute, dengan dukungan Kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia melalui Program INKLUSI, melakukan studi ini untuk menyediakan data dasar dan alat ukur kinerja inklusi sosial bagi pemerintah pusat dan daerah.
Dalam studi ini, sebanyak 22 kota dan 2 kabupaten menjadi fokus penelitian, termasuk Padang, Makassar, Palembang, Samarinda, Kupang, dan Tangerang.
Padang Menuju Kota yang Lebih Inklusif
Pemerintah Kota Padang menegaskan akan terus memperkuat kebijakan inklusi sosial demi menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.
Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program inklusi, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan amanat RPJPN 2025-2045 serta RPJMN 2025-2029.
Dengan capaian ini, Padang semakin diakui sebagai kota yang ramah bagi semua kelompok masyarakat, menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang berkomitmen terhadap pembangunan inklusif di Indonesia. (*)





