INGATLAH – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memanfaatkan diplomasi kuliner dalam agenda Retret Kepala Daerah yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menggelar jamuan makan malam dengan menyajikan kuliner khas Minangkabau sebagai hidangan utama.
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari para kepala daerah yang hadir, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Kuliner Minang Jadi Jembatan Diplomasi
Berbagai hidangan khas Minang disajikan, seperti rendang, dendeng batokok, gulai tunjang, dan kalio daging, yang dipesan khusus dari Rumah Makan Padang di Magelang.
Mahyeldi menilai, makan malam bersama ini bukan sekadar perjamuan biasa, tetapi juga menjadi ajang diplomasi kuliner yang mempererat hubungan antar kepala daerah.
“Suasana makan bersama ini menciptakan keakraban dan membuka ruang diskusi tentang berbagai isu strategis, seperti pembangunan daerah, investasi, hingga inovasi pelayanan publik,” ujar Mahyeldi.
Antusiasme Gubernur Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengungkapkan kekagumannya terhadap hidangan yang disajikan.
“Masakan Padang memang luar biasa. Tidak hanya menggugah selera, tapi juga mencerminkan kekayaan budaya. Beruntung saya bisa ikut serta di sini,” tuturnya.
Sherly juga menambahkan bahwa selain mendapatkan wawasan baru tentang kepemimpinan dalam retret ini, ia juga semakin memahami keberagaman budaya dan kuliner Indonesia, termasuk kekayaan kuliner Sumatera Barat.
Diplomasi kuliner yang dilakukan Mahyeldi diharapkan dapat menjadi media promosi budaya Minangkabau, sekaligus mempererat sinergi antar kepala daerah dalam membangun Indonesia yang lebih maju. (*)





