INGATLAH – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menghabiskan akhir pekannya dengan mengunjungi Pulau Soetan, salah satu destinasi eksotis di kawasan wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Sabtu (8/2/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi turut membawa serta keluarga, termasuk anak, cucu, dan menantunya, untuk menikmati pesona alam yang ditawarkan pulau tersebut.
Pulau Soetan dikenal dengan keindahan alamnya yang memadukan pantai berpasir putih, perbukitan hijau, serta air laut jernih.
Selain itu, kawasan ini juga dikelilingi hutan bakau yang masih alami, menciptakan suasana tenang bagi para wisatawan.
“Pulau ini memiliki pemandangan yang luar biasa. Dengan kombinasi daratan, perbukitan, dan perairan yang tenang, Pulau Soetan punya potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi unggulan di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Potensi dan Tantangan Wisata Pulau Soetan
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menyoroti berbagai potensi wisata Pulau Soetan, termasuk daya tarik alamnya yang bisa menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun, ia juga menekankan perlunya pembenahan, terutama dalam hal pengelolaan sampah dan penataan kawasan hutan bakau.
“Salah satu tantangan utama yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan lingkungan, khususnya sampah. Saya berharap ada kerja sama lebih erat antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam menata kawasan ini agar lebih nyaman bagi wisatawan,” katanya.
Mahyeldi juga melihat besarnya peluang wisata bahari di Pulau Soetan, mengingat kawasan ini memiliki ombak yang relatif tenang.
Banyak wisatawan memilih menginap di sekitar Mandeh untuk mengeksplorasi pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.
Dukungan untuk Pengembangan Wisata
Saat berkeliling di pulau, Mahyeldi menyempatkan diri berbincang dengan wisatawan dari berbagai daerah, seperti Sumatera Utara, Pangkalan, Sijunjung, dan Agam.
Ia melihat tingginya minat wisatawan untuk mengunjungi kawasan ini sebagai tanda positif bagi perkembangan pariwisata di Sumatera Barat.
Menurutnya, agar Pulau Soetan semakin menarik, perlu ada studi kelayakan untuk memastikan pengelolaan wisata dilakukan secara berkelanjutan.
Pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan bisa bersinergi dalam pengembangan infrastruktur serta peningkatan fasilitas bagi wisatawan.
“Ke depan, kita ingin melihat Pulau Soetan berkembang lebih baik tanpa menghilangkan keindahan dan keasrian alamnya. Ini harus dikelola dengan perencanaan matang, agar wisatawan semakin nyaman dan jumlah kunjungan meningkat,” pungkasnya.
Dengan kunjungan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan wisata yang berkelanjutan semakin meningkat, sehingga Pulau Soetan dapat menjadi destinasi unggulan di Sumatera Barat yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)





