INGATLAH – Rumah Seni Datin bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) sukses menggelar Festival Lagu Melayu Serumpun Datin Syarifah Aida 2025.
Festival yang berlangsung selama empat hari, dari 16 hingga 19 Januari 2025, ini diikuti oleh 117 peserta dari berbagai usia dan daerah, mencerminkan semangat menjaga warisan budaya Melayu di tengah modernisasi.
Datin Syarifah Aida, tokoh seni yang menjadi pencetus festival ini, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk 12 kabupaten/kota di Riau serta provinsi lain seperti Kepulauan Riau, Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Barat.
“Alhamdulillah, festival ini mendapat sambutan luar biasa. Kami ingin memperkenalkan lagu Melayu kepada generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka,” ujar Syarifah Aida, Minggu (19/1).
Ia menekankan pentingnya melestarikan lagu Melayu sebagai bagian dari identitas budaya yang mulai tergerus zaman.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan minat generasi muda untuk mencintai lagu-lagu Melayu yang kaya akan pesan moral dan keindahan melodi,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada RRI, khususnya RRI Pekanbaru, yang memberikan dukungan penuh demi kelancaran festival ini.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada RRI Pekanbaru. Kolaborasi ini adalah semangat besar bagi kami untuk terus menjaga budaya Melayu,” kata Syarifah Aida.
Direktur Utama RRI, I Hendrasmo, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata komitmen RRI dalam melestarikan seni dan budaya Indonesia.
Menurutnya, lagu Melayu adalah bagian penting dari kekayaan budaya bangsa yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Lagu Melayu memiliki kekuatan melodi, syair, dan pesan moral yang menjadi identitas masyarakat kita. RRI tidak hanya menjadi media penyiaran, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai-nilai budaya dan seni,” ujar Hendrasmo.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi musisi muda untuk mengeksplorasi potensi mereka dalam membawakan lagu-lagu Melayu dengan gaya khas masing-masing.
Antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa kolaborasi antar lembaga mampu menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah arus modernisasi.(*)





