INGATLAH.COM – Pergerakan harga bahan pangan di Pasar Pusat Padang Panjang menunjukkan tren positif dengan penurunan pada enam komoditas utama selama minggu kedua Januari 2025.
Analis Perekonomian Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako, Chandra Erfiko mengungkapkan bahwa salah satu penurunan signifikan terjadi pada cabai merah, dari Rp59.150 menjadi Rp54.984 per kilogram, atau turun sebesar Rp4.166.
“Selain cabai merah, lima komoditas lainnya juga mengalami penurunan harga,” ujar Chandra pada Minggu (12/1/2025).
Telur ayam ras turun Rp267 menjadi Rp29.867 per kilogram, sementara harga telur itik turun Rp400 menjadi Rp34 ribu per kilogram.
Penurunan lainnya terjadi pada bawang daun yang turun Rp3.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, terong yang turun Rp2.000 menjadi Rp10 ribu per kilogram, dan seledri yang mengalami penurunan Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.
Menurut Chandra, secara keseluruhan, harga 48 komoditas pangan tetap stabil. Namun, fluktuasi tercatat pada 14 komoditas, dengan delapan di antaranya mengalami kenaikan harga.
Komoditas yang mengalami kenaikan meliputi gula pasir, daging ayam broiler, cabai hijau, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, susu bubuk, dan kacang kedelai.
Gula pasir, misalnya, naik Rp1.000 menjadi Rp19 ribu per kilogram, sementara cabai rawit mencatat kenaikan tertinggi sebesar Rp8.167 menjadi Rp57.834 per kilogram.
Kenaikan harga ini, menurut Chandra, disebabkan oleh tingginya permintaan pascaliburan Natal dan Tahun Baru, serta curah hujan yang masih tinggi di sejumlah daerah sentra pertanian, yang berdampak pada produksi dan pasokan bahan pangan.
Sementara itu, beberapa komoditas strategis lainnya tetap stabil, seperti beras kualitas I pada Rp17 ribu per kilogram, tepung terigu Segitiga Biru pada Rp13 ribu per kilogram, dan minyak goreng kemasan sederhana pada Rp17 ribu per liter.
Harga daging sapi juga tidak mengalami perubahan, stabil di angka Rp141.667 per kilogram.
“Secara umum, situasi pasar cukup terkendali meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga,” tutup Chandra. (*)





