Berita

Pasaman Barat Targetkan Produksi Jagung 223.236 Ton pada 2025

×

Pasaman Barat Targetkan Produksi Jagung 223.236 Ton pada 2025

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menargetkan produksi jagung sebesar 223.236 ton pada tahun 2025.

Target ini meningkat dibandingkan realisasi produksi tahun 2024 yang mencapai 212.993 ton.

“Kami optimis target ini tercapai dengan berbagai langkah strategis, termasuk pemberian bantuan sarana produksi pertanian berupa benih, pupuk, dan obat-obatan melalui dana APBN, bantuan pupuk bersubsidi, serta perluasan lahan tanam jagung,” ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Doddy San Ismail, Jumat (10/1).

Doddy menjelaskan, pihaknya juga akan memberdayakan penyuluh pertanian untuk memberikan edukasi kepada petani terkait budidaya jagung. Salah satu fokus utama adalah pemilihan benih berkualitas.

Baca Juga  Warga Pasbar Diserang Buaya Saat Cari Lokan, BPBD Minta KKP Turun Tangan.

“Petani selalu diingatkan untuk tidak menggunakan benih murah dan tidak jelas asalnya, karena risiko serangan penyakit dan hasil panen yang rendah cukup besar,” tegasnya.

Sentra produksi jagung terbesar di Pasaman Barat berada di Kecamatan Luhak Nan Duo, disusul oleh Kecamatan Pasaman dan Kecamatan Talamau. Produksi juga tersebar di delapan kecamatan lainnya, yaitu Ranah Batahan, Kinali, Koto Balingka, Sungai Beremas, Sungai Aur, Lembah Melintang, Gunung Tuleh, dan Sasak Ranah Pasisia.

Sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sumatra Barat, Pasaman Barat pernah menyumbang hingga 60 persen dari total produksi jagung di provinsi ini.

Namun, beberapa tahun terakhir, produksi menurun akibat berbagai faktor, termasuk replanting kelapa sawit dan penurunan kesuburan tanah.

Baca Juga  Kemnaker Siapkan Program Padat Karya Pulihkan Ekonomi Warga Tanah Datar

“Tingkat kesuburan tanah yang semakin menurun karena sering ditanami menjadi tantangan utama. Untuk itu, kami terus mendorong perbaikan kualitas lahan melalui pengelolaan yang lebih baik,” tambah Doddy.

Jagung tetap menjadi pilihan utama petani karena memiliki masa panen yang singkat, hanya 4-6 bulan, serta harga yang relatif stabil.

Doddy berharap pengembangan tanaman jagung di Pasaman Barat dapat terus berkontribusi terhadap perekonomian daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan.

“Dengan upaya yang sudah direncanakan, kami optimis target produksi 2025 dapat tercapai, bahkan melampaui angka yang ditetapkan,” tutupnya. (*)