INGATLAH.COM – Pelatih sekaligus legenda sepak takraw Kabupaten Agam, Win Coto alias Mak Etek, menyampaikan aspirasi agar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Agam memiliki lapangan latihan yang representatif.
Permintaan ini diutarakan dalam rapat kerja pengurus PSTI Agam yang digelar pada Senin (30/12) di Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Agam.
Menurut Mak Etek, meski atlet-atlet sepak takraw Agam telah membuktikan kemampuan mereka dengan torehan medali di berbagai kejuaraan, kurangnya fasilitas yang memadai menjadi penghambat dalam meningkatkan kualitas latihan dan pencapaian prestasi.
“Setiap kejuaraan, atlet kita selalu berhasil membawa pulang medali, terutama medali perak. Namun, tanpa fasilitas yang memadai, prestasi ini sulit berkembang,” ujarnya.
Mak Etek mengungkapkan bahwa lapangan yang digunakan saat ini belum memenuhi standar untuk cabang olahraga sepak takraw, sehingga latihan tidak dapat berjalan maksimal.
Kondisi ini dikhawatirkan akan menghambat persiapan para atlet menuju kejuaraan yang lebih bergengsi.
“Bagaimana mungkin kita bisa meningkatkan prestasi kalau fasilitas dasarnya saja belum tersedia. Kami butuh lapangan yang memenuhi standar, baik untuk latihan rutin maupun latihan gabungan,” tegasnya.
Mak Etek berharap tahun 2025 menjadi awal baru bagi pengembangan sepak takraw di Agam.
Ia meminta perhatian dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera merealisasikan fasilitas latihan yang memadai.
“Lapangan yang baik tidak hanya mendukung latihan, tetapi juga membangun motivasi para atlet untuk berprestasi lebih tinggi,” harapnya.
Sejarah prestasi sepak takraw Agam menjadi alasan kuat untuk mewujudkan fasilitas yang lebih baik.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Mak Etek yakin atlet sepak takraw Agam mampu meraih prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional. (*)





