INGATLAH.COM – Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kampar menggelar rapat evaluasi terkait Satu Data Kampar untuk tahun 2024 sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan statistik sektoral tahun 2025.
Rapat ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Bupati Kampar Nomor 47 Tahun 2020 tentang Satu Data Kampar.
Kepala BPS Kampar, Ir. Budiarto, menyampaikan hasil evaluasi kinerja statistik sektoral Kampar pada 2024 menunjukkan adanya penurunan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada 2024, Kabupaten Kampar berada di peringkat ke-5 dengan nilai 2,73. Hal ini menunjukkan penurunan dibandingkan 2023, di mana Kampar berhasil meraih peringkat ke-2 terbaik,” ungkap Budiarto, Senin (30/12/2024).
Menurutnya, kelemahan utama yang ditemukan adalah kurang optimalnya pengelolaan data sektoral di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sekretaris Bappeda Kampar, Yusdien Hadinata, menyampaikan harapan agar pada 2025 kinerja statistik sektoral Kampar dapat ditingkatkan.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara koordinator data (Bappeda), pembina data (BPS), produsen data (OPD), dan wali data (Diskominfo).
“Kolaborasi yang solid antar lembaga sangat penting untuk memperbaiki pengelolaan data sektoral. Dengan koordinasi yang lebih baik, kita optimis dapat memperbaiki peringkat Kampar di tahun mendatang,” ujar Yusdien.
Dalam rapat evaluasi tersebut, perwakilan BPS Riau, Emilia Dharmayanti menyoroti beberapa aspek teknis yang perlu ditingkatkan, terutama terkait proses pengisian data di sistem e-Walidata.
“Setiap data yang diinput harus memiliki rekomendasi dari BPS, dan proses verifikasi harus dilakukan secara ketat melalui e-Walidata. Kami juga mengusulkan agar pembinaan dilakukan sejak tahap perencanaan, bukan setelah data terkumpul,” jelas Emilia.
Ia berharap evaluasi ini menjadi titik awal perbaikan dan inovasi dalam pengelolaan data di Kabupaten Kampar.
“Dengan pembinaan yang tepat dan kerjasama semua pihak, kami optimis Kampar dapat memperbaiki performa statistik sektoral di tahun 2025,” tambahnya.
Rapat ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data dan memperkuat implementasi kebijakan Satu Data Kampar.
Diharapkan, upaya ini akan membantu Kampar kembali mencapai peringkat terbaik dalam evaluasi statistik sektoral mendatang.
“Mari kita jadikan evaluasi ini sebagai pijakan untuk bekerja lebih baik di tahun depan. Dengan data yang akurat dan valid, kita dapat mendukung pembangunan Kampar secara lebih efektif,” tutup Emilia. (thoni)





