Berita

Tapir Dilindungi Mati Setelah Dievakuasi dari Kolam di Pasaman Barat

×

Tapir Dilindungi Mati Setelah Dievakuasi dari Kolam di Pasaman Barat

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Seekor tapir (Tapirus indicus) yang sempat dievakuasi dari kolam di Nagari Aur Kuning, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, dilaporkan mati pada Minggu (15/12/2024) akibat penyakit yang dideritanya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Antonius Vevri, mengungkapkan bahwa hasil nekropsi menunjukkan beberapa kondisi serius pada tubuh tapir tersebut.

“Ada buih di mulutnya, paru-parunya membengkak, dan ditemukan banyak cacing di lambungnya,” ujar Antonius, Jumat (27/12/2024).

Baca Juga  Harimau Terpantau di Palupuh Agam, BKSDA Turunkan Tim Khusus

Jumlah cacing yang ditemukan dalam lambung tapir terbilang sangat banyak. Sampel dari beberapa bagian tubuh hewan ini telah diambil untuk analisis lebih lanjut di laboratorium, tetapi hasilnya masih dalam proses.

Antonius menduga tapir tersebut sudah sakit sebelum ditemukan di kolam.

“Hatinya juga membengkak. Dugaan sementara, penyakit dari dalam tubuh yang menyebabkan kematian, bukan luka luar akibat insiden di kolam,” jelasnya.

Tapir tersebut awalnya dilaporkan masuk ke dalam kolam pada Kamis (12/12/2024) dan dievakuasi sejauh 3,5 kilometer dari habitatnya.

Baca Juga  Nyamar Jadi Polisi, Pria di Pekanbaru Tipu Korban hingga Motor Digelapkan

Namun, belum dipastikan apakah kondisi sakit tapir ini membuatnya mencari air untuk minum sebelum ditemukan.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya,” tambah Antonius.

Setelah mati, tapir dilindungi ini dikuburkan di lokasi yang sama, yaitu di Kabupaten Pasaman Barat.

Antonius menegaskan pentingnya pemantauan lebih lanjut terhadap kondisi satwa liar di habitatnya agar kejadian serupa dapat diantisipasi. (*)