Berita

Pasaman Barat Diterpa Curah Hujan Tinggi, Warga Diminta Siaga

×

Pasaman Barat Diterpa Curah Hujan Tinggi, Warga Diminta Siaga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hujan deras. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi hujan deras. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu mendatang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasaman Barat, Zulkarnain, menjelaskan bahwa sejumlah kecamatan di wilayah tersebut tergolong rawan bencana seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.

“Kami meminta seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk selalu siap siaga mengingat tingginya curah hujan,” ujarnya, Senin (23/12).

Zulkarnain merinci wilayah rawan longsor antara lain Kecamatan Talamau, Kecamatan Gunung Tuleh, dan Kecamatan Ranah Batahan, yang berisiko terdampak jika intensitas hujan terus meningkat.

Baca Juga  Polisi Gerebek Rumah di Pasaman Barat, 60 Paket Sabu Disita

Sementara itu, daerah rawan banjir meliputi Kecamatan Kinali, Kecamatan Sungai Aur, Kecamatan Lembah Melintang, dan Kecamatan Ranah Batahan.

Adapun angin puting beliung dilaporkan sering terjadi di sepanjang pesisir pantai Pasaman Barat.

Meski kondisi cuaca tidak menentu, hingga kini pihak BMKG Sumbar belum mengeluarkan larangan resmi untuk mengunjungi objek wisata alam di daerah-daerah tersebut selama liburan akhir tahun.

“Kita tetap berkoordinasi dengan BMKG dan mengimbau warga agar selalu waspada,” tambahnya.

Tingginya curah hujan di wilayah ini diduga berkaitan dengan fenomena La Niña.

Fenomena ini terjadi akibat suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang lebih dingin dari biasanya, sehingga pembentukan awan di wilayah Pulau Sumatera meningkat signifikan.

Baca Juga  Garin Masjid di Padang Ditangkap Usai Cabuli Gadis Disabilitas

“Curah hujan tinggi ini tidak hanya meningkatkan risiko bencana seperti banjir dan longsor, tetapi juga berpotensi memicu munculnya penyakit menular,” pungkas Zulkarnain. (*)