INGATLAH.COM – Harga komoditas perkebunan di Provinsi Riau pekan ini mengalami fluktuasi. Salah satu komoditas yang mencatat kenaikan adalah pinang kering (100%), yang kini mencapai harga Rp5.143 per kilogram (kg).
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini berlaku di sejumlah kabupaten, termasuk Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti.
“Harga pinang kering pekan ini naik Rp280 dari minggu lalu, menjadi Rp5.143 per kg,” ungkap Syahrial, Kamis (19/12/2024).
Selain pinang kering, harga komoditas perkebunan lainnya juga mengalami perubahan. Kelapa butiran, misalnya, mengalami penurunan harga di Kabupaten Kuansing, Kampar, dan Kepulauan Meranti. Pekan ini, harga kelapa butiran tercatat Rp4.690 per kg, turun dari minggu sebelumnya.
Sementara itu, harga Bahan Olahan Karet Rakyat (Bokar) di tingkat petani dan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) bervariasi. Di Kabupaten Kampar, harga Bokar ditetapkan sebesar Rp15.000 per kg.
Kabar baik datang dari komoditas kopra mutu kering (100%), yang mencatat kenaikan harga. Di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti, harga kopra kini berada di angka Rp7.175 per kg, meningkat dibanding pekan lalu.
Adapun harga tepung sagu basah di Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti tetap stabil di angka Rp2.925 per kg.
“Harga tepung sagu basah tidak mengalami perubahan dari minggu sebelumnya,” tambah Syahrial.
Perubahan harga ini mencerminkan dinamika pasar komoditas perkebunan di Riau. Kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti pinang kering dan kopra diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani. Namun, penurunan harga kelapa butiran menjadi tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi.
Dinas Perkebunan Riau terus memantau perkembangan harga komoditas perkebunan untuk memastikan keseimbangan antara kebutuhan pasar dan kesejahteraan petani. Fluktuasi harga ini menjadi perhatian utama guna menjaga stabilitas ekonomi sektor perkebunan di daerah tersebut.(thohir)





