INGATLAH.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengumumkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar.
Proyek ini merupakan hasil kerja sama PLN Indonesia Power dengan investor asal Arab Saudi dan akan melibatkan investasi fantastis senilai Rp50 triliun.
“PLN Indonesia Power bersama investor Arab Saudi akan bekerja sama membangun PLTS terapung di Danau Singkarak. Ini merupakan investasi besar yang masuk ke Sumatera Barat dan akan menjadi ikon baru pariwisata serta energi bersih di wilayah ini,” ujar Andre usai meninjau kesiapan uji coba Tol Padang-Sicincin pada Sabtu (7/12).
Komisi VI DPR RI, yang salah satu ruang lingkup kerjanya membidangi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), telah melakukan rapat dengar pendapat bersama PLN untuk mendukung realisasi proyek ini.
Andre menyatakan bahwa keberhasilan proyek PLTS terapung di Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi inspirasi bagi pengembangan di Danau Singkarak.
“Keberhasilan PLTS di Cirata akan kita adopsi di Danau Singkarak. Dengan kapasitas 90 megawatt (MW), PLTS ini diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat Ranah Minang,” ungkap Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar tersebut.
Dalam waktu dekat, Komisi VI DPR RI bersama PLN dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait proyek ini.
Sosialisasi bertujuan untuk memastikan dukungan penuh dari masyarakat, sekaligus menjamin bahwa proyek ini tidak merusak ekosistem Danau Singkarak.
“Pembangunan PLTS terapung ini harus menguntungkan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta membuka peluang kerja baru. Kita ingin proyek ini menjadi langkah maju untuk energi bersih di Sumbar,” tambah Andre.
Mengutip data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah berkomitmen membangun dua PLTS terapung, yakni di Danau Singkarak dengan kapasitas 90 MW dan di Waduk Saguling, Jawa Barat, dengan kapasitas 60 MW.
Pengembangan ini adalah bagian dari langkah pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi bersih dan ramah lingkungan. (*)





