INGATLAH.COM – Sejumlah baliho besar dengan foto mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa yang baru saja terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terpajang di beberapa titik strategis di Kota Pekanbaru.
Menariknya, baliho-baliho tersebut memuat pesan moral dengan tagline “Anti Pungli” yang kini justru menjadi ironi di tengah kasus yang menjerat sosok tersebut.
Pantauan ingatlah.com, baliho besar terlihat di bagian atas sebuah ritel di Jalan Jenderal Sudirman, Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota.
Dalam baliho itu memuat foto mantan Pj Wali Kota dengan ukuran besar, disertai pesan-pesan anti-korupsi yang kini terasa kontras dengan situasi yang ada.
Beberapa warga yang melintas bahkan mengaku heran mengapa baliho itu masih belum diturunkan.
“Kalau melihat baliho ini sekarang jadi aneh saja rasanya. Apalagi dengan tulisan anti pungli, tapi kenyataannya malah tertangkap OTT,” ujar Riko, salah satu warga Pekanbaru.
Fenomena ini menjadi perhatian publik, mengingat baliho tersebut sebelumnya menjadi bagian dari kampanye besar untuk mendorong integritas dan transparansi di lingkungan pemerintahan.
Namun, dengan ditangkapnya mantan Pj Wali Kota tersebut oleh aparat penegak hukum, pesan yang tersampaikan justru berbalik menjadi sindiran.
Beberapa kalangan mendesak pemerintah kota untuk segera menurunkan baliho-baliho tersebut, guna menghindari kesalahpahaman dan menjaga kepercayaan publik.
“Kami berharap pemerintah segera mengganti baliho ini dengan pesan-pesan yang lebih relevan dan sesuai dengan semangat pemberantasan korupsi. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan,” ujar Riko.
Sementara itu, pihak Pemkot Pekanbaru hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait keberadaan baliho tersebut.
Publik pun menunggu langkah cepat untuk menyesuaikan kembali citra Kota Pekanbaru dengan nilai-nilai integritas yang semestinya.
Kasus OTT ini menjadi pengingat bahwa komitmen untuk memberantas pungli dan korupsi harus nyata, tidak hanya sebatas slogan atau kampanye visual.
Keberadaan baliho ini menjadi simbol tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam membangun kepercayaan masyarakat yang telah terguncang.(*)





